Yohanna jadi pahlawan bagi AIK ketika Malmo takluk gagal kalahkan Orgryte tim baru promosi
AIK 2-1 Halmstad
Tim dari Solna mengalami penurunan tajam di akhir musim lalu sehingga kehilangan kesempatan ke Eropa, namun AIK memulai dengan kemenangan di bawah pelatih baru Jose Riveiro.
Di pertengahan babak pertama, tendangan bebas yang dikirim ke kotak penalti membuat Aron Csongvai mimpitkan bola ke tiang gawang oleh Zadok Yohanna, dan Ibrahim Cisse bereaksi paling cepat untuk menyundul bola masuk.
Skor 1-0 bertahan hingga menit ke-64 ketika Halmstad yang diprediksi akan kesulitan musim ini menyamakan kedudukan, bola ke area dijepit kepala oleh Malte Persson ke jalur Osto Liimatta, yang menggebrak bola ke gawang dengan bantuan defleksi besar.
Tapi tujuh menit sebelum akhir, Riveiro dan timnya meraih kemenangan yang diinginkan saat Yohanna memotong dari sayap kanan, melewati beberapa bek dan mengoyak bola dari sudut sempit untuk menang.
Setelah mencetak tiga gol di fase grup Svenska Cupen bulan lalu, ini menjadi gol Allsvenskan pertama yang luar biasa bagi pemuda berusia 18 tahun itu.
Orgryte 1-1 Malmo
Setelah musim 2025 yang sangat mengecewakan, Malmo menunjukkan sedikit tanda perbaikan di babak pembuka di bawah pelatih baru Miguel Angel Ramirez, harus bangkit dari ketertinggalan saat tandang ke Orgryte yang baru promosi, yang memainkan pertandingan kasta tertinggi pertama sejak 2009.
Pertandingan sempat terhenti dua kali karena suporter bentrok dengan polisi di Gamla Ullevi, tapi keributan buruk itu berubah menjadi kegembiraan bagi tuan rumah enam menit setelah babak kedua dimulai, saat lemparan panjang ke kotak penalti tak bisa dibersihkan oleh pertahanan MFF, dan akhirnya Anton Andreasson menyambar di tiang dekat.
Namun, juara bertahan mencetak gol penyeimbang di menit ke-73, tapi hanya dengan bantuan kiper Orgryte Hampus Gustafsson, yang menjatuhkan tembakan Noah Astrand John ke kaki Erik Botheim, yang menyentuh bola masuk untuk menyamakan skor.
Kalmar 0-1 Vasteras
Dua tim teratas di Superettan tahun lalu mungkin tak terlalu senang bertemu lagi saat kembali ke Allsvenskan, tapi juara Vasteras kini lebih puas setelah meraih kemenangan tipis tandang.
Gol tunggal tercipta setelah 11 menit, saat tamu menyerang dari sisi kiri dan umpan rendah Marcus Baggeson dibelokkan ke arah gawang sendiri oleh Achraf Dari, sebelum Zakarias Ravik gagal menyingkirkan bola dari garis gawang sehingga dicatat sebagai gol bunuh diri.
Kalmar mendominasi sisa laga dengan penguasaan bola lebih banyak dan 16 tembakan berbanding empat Vasteras, tapi hanya tiga tepat sasaran tanpa peluang besar, mereka harus segera temukan ketajaman jika ingin bertahan musim ini.
Vasteras kehilangan Jonathan Ring karena kartu merah kedua, tapi kartu itu keluar mendalam di waktu tambahan dan Kalmar tak punya cukup waktu untuk manfaatkan keunggulan pemain.