Yakin Swiss Sesali Peluang Terbuang usai Qatar Cetak Gol di Akhir Laga
Swiss mendominasi sebagian besar pertandingan pembuka Piala Dunia yang penuh energi di San Francisco Bay Area. Mereka menciptakan peluang yang lebih jelas dan menguasai bola, namun harus dihukum di akhir laga setelah gagal menuntaskan pertandingan di tengah suhu ekstrem.
"Kami punya rencana dan ingin tampil sangat dominan, sangat menyerang," kata Yakin kepada wartawan. "Kami menciptakan peluang bagus, tapi sayangnya kami tidak selalu efisien. Mungkin kami kurang cerdas, kurang tepat di akhir."
"Pada akhirnya, sayangnya kami kehilangan dua poin."
Kesalahan yang Dapat Dihindari
Yakin mengatakan gol penyeimbang di akhir laga oleh Boualem Khoukhi berasal dari kesalahan Swiss yang bisa dihindari. Timnya kehilangan penguasaan bola di menit-menit akhir saat seharusnya mereka mengelola permainan dengan lebih hati-hati.
"Kehilangan bola dan membiarkan peluang itu terjadi sungguh tidak perlu," ujarnya.
"Ini sangat menyakitkan. Sekarang kami harus kembali ke papan gambar, mengevaluasi pertandingan, dan bangkit lebih kuat."
Pergantian pemain Swiss menjadi sorotan setelah mereka tampak kehilangan kendali di akhir pertandingan, namun Yakin menolak menyalahkan pemain yang ia masukkan dari bangku cadangan.
"Saat Anda memasukkan pemain baru, Anda berharap mereka akan memberikan kekuatan lebih bagi tim dan Anda tetap mendominasi," katanya.
"Itu bukan kesalahan pemain pengganti. Kami adalah satu tim, satu kesatuan," ujarnya.
"Mungkin saya perlu introspeksi diri dan keputusan saya."
Risiko dan Imbalan
Yakin mengatakan gaya berani dan pressing tinggi Swiss membawa risiko, terutama saat melindungi keunggulan tipis.
Meskipun ia menolak menggunakan panas siang hari sebagai alasan, Yakin mengakui bahwa kondisi dan lapangan kering membuat kontrol bola menjadi sulit meskipun ada jeda pendinginan.
"Kami semua bermain dalam kondisi yang sama," katanya. "Kami menciptakan semua peluang hari ini. Mungkin kami kurang presisi dan tekad untuk mencetak gol kedua."
Yakin juga membela kapten Granit Xhaka, menyebutnya 'pemimpin sejati' dan 'penting' bagi tim.
"Dia selalu ingin menang dan sayangnya dia tidak bisa melakukannya hari ini," kata Yakin.
Swiss kini akan berusaha pulih dengan cepat untuk pertandingan Grup B berikutnya melawan Bosnia dan Herzegovina pada hari Kamis. Yakin menegaskan skuad berpengalamannya telah menunjukkan kualitas yang cukup untuk merespons.
"Kami ingin memiliki Piala Dunia yang sangat baik," katanya. "Saya yakin kami akan tampil lebih baik di pertandingan-pertandingan mendatang."