Vinicius Cetak Gol Kemenangan Saat Real Madrid Singkirkan Benfica Pasca Kontroversi Rasisme
Vinicius Junior mencetak gol penentu malam itu ketika Real Madrid mengalahkan Benfica dengan skor 2-1 di Liga Champions pada hari Rabu, lolos dengan agregat 3-1 ke babak 16 besar.
Gol brilian dari penyerang Brasil itu yang memisahkan kedua tim di leg pertama yang diwarnai insiden dugaan pelecehan rasial dari Gianluca Prestianni milik Benfica, yang membantahnya.
Skuad Jose Mourinho masih bertahan di babak playoff dan unggul lebih dulu di awal pertandingan di Santiago Bernabeu melalui Rafa Silva, meski Aurelien Tchouameni dari Madrid segera menyamakan kedudukan.
Benfica memberikan perlawanan sengit bagi juara 15 kali itu, tapi secara tepat Vinicius, yang tak pernah menghindar sorotan, mencetak gol di menit ke-80 untuk secara efektif mengakhiri laga.
"Itulah Vinicius kami," kata Tchouameni dengan bangga kepada Movistar setelah gol kemenangan si Brasil.
"Sejujurnya, kami tak memulai pertandingan dengan baik, tapi kami pertahankan kepercayaan diri," tambah gelandang Prancis itu.
Ini kali pertama pelatih asal Portugal Mourinho kembali ke Santiago Bernabeu sejak melatih Real Madrid dari 2010 hingga 2013, tapi ia tak bisa memimpin tim dari pinggir lapangan karena hukuman skorsing.
Setelah seminggu penuh dampak dari leg pertama, Vinicius berbaris untuk Real Madrid bersama Gonzalo Garcia, yang menggantikan bintang Prancis Kylian Mbappe yang cedera.
"(Vini) tampil luar biasa," ujar pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa kepada Movistar.
"Membuat ketidakseimbangan, mencetak gol, serta menciptakan banyak ancaman setiap kali ia melewati lawan."
Benfica tampil tanpa gelandang yang dilarang bermain Prestianni, setelah banding atas sanksi satu pertandingan sementaranya ditolak lebih awal pada hari Rabu, dengan UEFA masih menyelidiki kejadian itu.
Madrid memasang spanduk besar bertuliskan "tidak pada rasisme" di satu ujung stadion, dengan pertandingan berlangsung di bawah bayang-bayang apa yang terjadi minggu lalu di Lisbon.
Ada sorakan benci untuk Vinicius dari fans Benfica tamu dan ia melewatkan tembakan di awal-awal, sambil memohon penalti sia-sia saat Nicolas Otamendi bertabrakan dengannya setelah tembakannya.
Benfica meraih keunggulan yang layak di menit ke-14 ketika bek Madrid Raul Asencio ceroboh mengarahkan bola ke gawang sendiri.
Kiper Belgia Thibaut Courtois menghalau bola itu tapi Silva sigap menyundul masuk dari jarak dekat.
Tersengat, Madrid menyamakan skor dua menit kemudian lewat Tchouameni. Gelandang Prancis itu menyelesaikan dengan apik dari tepi kotak penalti berkat umpan silang rekan setim Federico Valverde yang menggebrak.
Madrid sempat mengira mereka unggul di malam itu ketika Arda Guler menusuk bola longgar setelah tembakan Garcia diblok, tapi penyerang Spanyol itu sedikit offside dan gol dibatalkan setelah ulasan VAR.
Vinicius 'masih menari'
Courtois melakukan penyelamatan hebat dari Richard Rios sebelum jeda, saat Benfica meningkatkan tekanan.
Silva membentur mistar gawang dengan usaha yang terpantul sebelum menit ke-60 ketika skuat Mourinho kadang-kadang membatasi tuan rumah.
Madrid mendapat pukulan ketika Asencio terpaksa digotong keluar dengan tandu setelah bertabrakan dengan Eduardo Camavinga.
"Itu lehernya, tapi sepertinya tak terlalu parah," kata Arbeloa, yang mengonfirmasi bek itu dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan.
Pastinya Vinicius yang menyelesaikan pertarungan itu, dan Valverde mengirimnya berlari melewati pertahanan menuju gawang, dengan Brasil itu tenang menggulirkan tembakan rendah melewati kiper Anatoliy Trubin.
Vinicius kembali menampilkan tarian perayaan di pinggir lapangan, seperti yang ia lakukan di leg pertama sebelum insiden dengan Prestianni, dan yang membuat Mourinho kesal.
"Saya senang Vini masih menari, karena itu berarti ia mencetak gol," ujar Courtois.
Kali ini, pemain berusia 25 tahun itu hanya disambut ribuan fans yang bergembira melompat-lompat di depannya, dan golnya memastikan langkah Madrid ke babak 16 besar.