UEFA Menangguhkan Prestianni Benfica Karena Tuduhan Penyalahgunaan Rasial
UEFA pada hari Senin menangguhkan gelandang Gianluca Prestianni dari pertandingan leg kedua play-off Liga Champions Benfica melawan Real Madrid minggu ini setelah ia dituduh melakukan penyalahgunaan rasial terhadap Vinicius Junior.
Lembaga disiplin UEFA yang masih menyelidiki insiden yang diduga terjadi pada leg pertama minggu lalu menyatakan dalam pernyataan mereka telah memutuskan untuk menangguhkan sementara Tuan Gianluca Prestianni untuk pertandingan kompetisi klub UEFA berikutnya yang seharusnya bisa ia ikuti.
Prestianni sehingga tidak bisa bermain untuk Benfica pada hari Rabu di Santiago Bernabeu saat tim Portugal berusaha membalikkan kekalahan 1-0 dan lolos ke babak 16 besar.
Internasional Brasil Vinicius mencetak gol yang memisahkan kedua tim dan melaporkan dugaan penyalahgunaan rasial itu kepada wasit setelah perayaan golnya dengan pertandingan dihentikan sekitar 10 menit.
UEFA menyatakan penangguhan sementara satu pertandingan Prestianni ini tidak memengaruhi putusan apa pun yang mungkin dibuat oleh badan disiplin UEFA setelah penyelidikan yang sedang berlangsung selesai.
Jika UEFA menemukan bahwa Prestianni yang berusia 20 tahun melakukan penyalahgunaan rasial terhadap Vinicius ia akan dilarang minimal 10 pertandingan.
Prestianni yang berdebat dengan Vinicius sambil menutup mulutnya dengan baju bersikeras bahwa ia tidak melakukan penyalahgunaan rasial terhadap penyerang Real Madrid itu.
Bek Real Madrid Trent Alexander-Arnold menyebut insiden itu sebagai noda bagi sepak bola sementara penyerang Kylian Mbappe mengatakan Prestianni tidak layak bermain di Liga Champions lagi.
Pelatih Benfica Jose Mourinho yang juga dihukum untuk leg kedua secara kontroversial mengkritik perayaan gol Vinicius yang berlebihan dan menyatakan klubnya tidak bisa rasis karena ikon terbesar mereka Eusebio adalah orang kulit hitam.