UEFA Dapat Mengubah Perjuangan Lawan Rasisme Jadi Lebih Dari Cuma Kata Keren: Arbeloa Real Madrid

UEFA Dapat Mengubah Perjuangan Lawan Rasisme Jadi Lebih Dari Cuma Kata Keren: Arbeloa Real Madrid

Pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa pada Selasa ini mendesak badan pengatur sepak bola Eropa UEFA agar menjadikan perjuangan mereka melawan rasisme lebih dari sekadar ungkapan indah setelah dugaan pelecehan terhadap bintang Vinicius Junior.

UEFA sementara menghentikan gelandang Benfica Gianluca Prestianni dari pertandingan leg kedua play-off Liga Champions melawan Real Madrid pada Rabu ini setelah Vinicius menuduhnya melakukan pelecehan rasial pada leg pertama minggu lalu.

Jika UEFA menyimpulkan bahwa Prestianni yang berdebat dengan pemain Brasil itu sambil menutup mulut dengan bajunya melakukan pelecehan terhadap Vinicius setelah penyelidikan selesai maka ia akan dilarang minimal 10 pertandingan.

"Kita punya peluang besar untuk menandai titik balik dalam perjuangan melawan rasisme" kata Arbeloa kepada wartawan.

"UEFA yang selalu memimpin perjuangan ini sekarang punya kesempatan untuk tidak membiarkannya hanya jadi slogan atau spanduk bagus sebelum laga dan saya harap mereka ambil kesempatan itu."

Vinicius mencetak gol indah pada leg pertama yang membuat Real Madrid menang 1-0 sebelum dugaan pelecehan itu menyebabkan pertandingan terhenti sekitar 10 menit.

Arbeloa bilang ia yakin Vinicius akan tampil gemilang pada Rabu di Santiago Bernabeu saat juara 15 kali itu berusaha lolos ke babak 16 besar.

"Vinicius Junior selalu tunjukkan keberanian dan karakter kuat" ujar Arbeloa.

"Itu selalu jadi jawabannya dan saya pikir akan terus begitu.

"Dia pejuang dan saya yakin besok ia akan keluar untuk bertarung dan main bagus sambil terus buktikan diri sebagai salah satu pemain terbaik di dunia."

Courtois Dukung Vinicius

Kiper Madrid Thibaut Courtois mendukung sayap berusia 25 tahun itu meski Prestianni dan Benfica bersikeras tidak ada pelecehan rasial.

"(Benfica) akan percaya apa yang dikatakan pemain mereka dan kami 100 persen dukung Vini karena Vini sudah hadapi ribuan pertarungan di lapangan dengan bek-bek ada banyak gesekan dengan pemain lain dan ia tak pernah bilang hal seperti ini terjadi" kata Courtois kepada wartawan.

"Karena (Prestianni) tutup mulut dengan baju kami tak bisa tahu pasti dan saya pikir akhirnya Benfica akan bela pemainnya.

"Tak banyak lagi yang bisa kami lakukan dan selanjutnya terserah UEFA dan lembaga terkait untuk putuskan apa yang mereka mau."

Kiper Belgia itu bilang ia tak setuju dengan kata-kata pelatih Benfica Jose Mourinho setelah laga di mana manajer Portugal veteran itu serang Vinicius atas selebrasi yang dianggapnya tidak hormat.

"Pada akhirnya Mourinho ya Mourinho Sebagai pelatih kamu selalu saya pikir akan bela klubmu dan apa yang dikatakan pemainmu" kata Courtois.

"Satu-satunya yang agak kecewakan saya adalah pakai selebrasi Vini saya tak pikir Vini lakukan salah di situ...

"Saya tak pikir kita bisa jadiin dugaan rasisme sebagai alasan gara-gara selebrasi."

Vinicius sudah sering dilecehkan oleh pendukung lawan sejak datang ke Real Madrid Rekaman video tunjukkan beberapa fans Benfica buat gerakan monyet ke penyerang itu minggu lalu.

"Saya pikir kita harus kurangi kebodohan sebagai masyarakat" tambah Courtois.

Benfica sudah ajukan banding atas larangan sementara satu laga untuk Prestianni agar ia bisa main lawan Madrid.

"Prestianni dilabeli sebagai orang rasis dan saya jamin ia sama sekali bukan rasis" kata presiden Benfica Rui Costa kepada wartawan lebih awal pada Selasa ini.