Dua statistik per tim setelah Barcelona mengalahkan OL Lyonnes di final Liga Champions Wanita
Barcelona kembali berjaya
21 - Barcelona baru menunjukkan ketajamannya di babak kedua. Keempat gol mereka lahir setelah turun minum saat mereka melibas OL Lyonnes. Ini merupakan penampilan keenam secara beruntun Barcelona di laga puncak UWCL. Pasukan Catalán tampil tanpa ampun di depan gawang, dengan satu dari tiga tembakan mereka berbuah gol, dan hampir semua tembakan tepat sasaran. Selain itu, Barcelona juga menyapu bersih semua gelar yang bisa diraih musim ini, menuntaskan musim yang spektakuler. Pada babak gugur, mereka membukukan 21 gol, terbanyak di antara semua tim sepanjang era fase grup.
1 - Dengan kemenangan ini, Barcelona bergabung dengan Lyonnes dan Eintracht Frankfurt sebagai satu-satunya tim yang pernah menjuarai UWCL sebanyak empat kali atau lebih. Bersama tim-tim yang disebut sebelumnya, yaitu FCR Duisburg dan Arsenal, Barcelona menjadi tim kelima yang memiliki rekor kemenangan di final Liga Champions Wanita. Prestasi lain yang mengesankan adalah fakta bahwa mereka tidak terkalahkan sepanjang turnamen musim ini. Dengan catatan 9-2-0, Barcelona menjadi tim pertama di era fase grup yang merebut gelar tanpa kekalahan.
Lyonnes menyesali peluang yang terbuang
3 - Tim tersukses sepanjang masa, OL Lyonnes, gagal memperpanjang rekor gelar mereka setelah menderita kekalahan telak di ibu kota Norwegia. Namun, mereka bukannya tanpa peluang. Faktanya, mereka melepaskan lebih banyak tembakan dalam 90 menit dibandingkan Barcelona (14-12). Lindsey Heaps bahkan sempat menjebol gawang lawan pada menit ke-14, namun dianulir VAR karena offside.
L'OL biasanya tidak kebobolan banyak gol dalam satu pertandingan, apalagi laga UWCL. Namun, ini adalah ketiga kalinya mereka kebobolan empat gol atau lebih dalam satu pertandingan UWCL. Sebelumnya, hanya Arsenal yang pernah mengalami hal serupa.
4 - Mungkin kekalahan ini sudah menjadi takdir Lyonnes. Pasalnya, mereka tidak tampil meyakinkan di babak gugur. Mereka butuh waktu tambahan untuk mengalahkan Wolfsburg di perempat final, dan gol telat untuk menaklukkan Arsenal awal bulan ini. Kali ini, juara Prancis tersebut kurang beruntung. Dalam final UWCL ke-12 mereka, Lyonnes bergabung dengan Wolfsburg dengan catatan empat kekalahan di partai puncak. Ini juga tahun keempat berturut-turut mereka gagal meraih trofi, periode terpanjang sejak 2015/16.