Turki Raih Tiket Piala Dunia Pertama Kali dalam 24 Tahun Lewat Kemenangan Sengit atas Kosovo
Kosovo belum pernah begitu dekat dengan kualifikasi Piala Dunia sejak bergabung dengan FIFA dan UEFA pada 2016, dengan kemenangan melelahkan 4-3 atas Slovakia yang membawa mereka hampir lolos ke final musim panas ini.
Turki sendiri punya janji dengan sejarah saat berusaha mengakhiri penantian 24 tahun untuk tampil di turnamen bergengsi itu. Semangat dan hasrat pun terlihat sejak awal di Pristina, dengan kedua tim yang sangat ingin meraih kemenangan.
Tembakan pertama ke arah gawang terjadi dalam lima menit ketika Arijanet Muric dengan mudah menangkap tembakan rendah Kerem Aktürkoğlu dari luar kotak penalti, tapi secara keseluruhan kurang ada peluang jelas sebelum jeda karena kedua pertahanan melakukan banyak blok dan intersepsi di detik terakhir.
Setiap tim sempat hampir mencetak gol dengan tembakan jarak jauh. Sementara Orkan Kökçü nyaris meleset dari sasaran dengan tendangannya, kiper Turki Uğurcan Çakır yang menunjukkan kesadaran ruang yang bagus sepanjang babak pertama membuat penyelamatan hebat dengan menepis tembakan Fisnik Asllani ke mistar gawang.
Setelah jeda, Turki memulai dengan positif dan dalam 10 menit mereka memecah kebuntuan. Kenan Yıldız yang biasanya tenang kali ini diam saja, tapi umpan tarikannya menemukan Kökçü, dan tembakannya dituntaskan Aktürkoğlu dari jarak dekat.
Gol pertama itu seolah memberi kepercayaan diri lebih pada tim tamu, dan hanya tangan kuat Muric yang menghalangi Yıldız mencetak gol ke sudut atas setelah memotong ke kanan.
Kosovo selanjutnya menunjukkan banyak usaha tapi meski mencapai beberapa posisi menjanjikan, mereka sering gagal memberi tekanan nyata pada Çakır.
Florent Muslija sempat melepaskan tembakan berbahaya dari jarak jauh, namun melayang lebar dari tiang gawang, dan kiper tamu itu kemungkinan bisa menjangkaunya.
Peluang terbaik tim tuan rumah akhirnya datang lima menit kemudian, saat Çakır menepis tembakan rendah Asllani dari sudut bawah. Pada akhirnya, meski berusaha keras, Kosovo kurang beruntung dan gagal di babak terakhir.
Kekecewaan mereka menjadi kegembiraan bagi Turki, dan kini mereka bisa bermimpi mengulang lari semi final seperti tahun 2002. Bintang Bintang Sabit juga tak terkalahkan dalam enam laga, dan dengan kualitas yang dimiliki, mereka berpotensi jadi kuda hitam untuk trofi di Amerika Utara.