Tuduhan Rasisme Menggelapkan Kemenangan Real Madrid Saat PSG Berhasil di Liga Champions

Tuduhan Rasisme Menggelapkan Kemenangan Real Madrid Saat PSG Berhasil di Liga Champions

Vinicius Junior mencetak gol dan kemudian mengklaim mengalami pelecehan rasial selama kemenangan tipis 1-0 Real Madrid atas Benfica di leg pertama babak play-off Liga Champions pada Selasa, sementara Paris Saint-Germain bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk mengalahkan Monaco dengan skor 3-2.

Di tempat lain, Galatasaray mengejutkan Juventus dengan kemenangan 5-2 di Istanbul, dan Borussia Dortmund mengambil keunggulan atas Atalanta melalui kemenangan 2-0 di leg pertama.

Real Madrid bepergian ke Lisbon untuk menghadapi Benfica kurang dari tiga minggu setelah kekalahan dramatis 4-2 dari lawan yang sama, saat kiper Anatoliy Trubin mencetak gol telat yang menakjubkan untuk membawa tim Portugal lolos ke babak gugur dan memaksa Real turun ke play-off.

Pelatih Benfica Jose Mourinho berharap bisa menginspirasi timnya saat ini untuk menang melawan klub yang ia latih dari 2010 hingga 2013, tapi malam itu justru diringkungi oleh klaim pelecehan rasial yang dilaporkan Vinicius.

Pemain Brasil itu mencetak gol indah di awal babak kedua dengan tembakan keras ke sudut atas. Momen briliannya itu segera menjadi kontroversial ketika ia mendapat kartu kuning karena tarian selebrasinya di depan penonton.

Kartu kuning itu memicu pertukaran kata dengan Gianluca Prestianni dari Benfica, yang menarik bajunya menutupi mulut sebelum tampak mengatakan sesuatu kepada Vinicius.

Penyerang Real itu kemudian berlari ke wasit Francois Letexier dan sambil menunjuk Prestianni seolah mengklaim dipanggil mono, kata Spanyol untuk monyet.

Insiden itu menyebabkan henti-hentinya pertandingan selama beberapa menit sebelum dilanjutkan, dengan Vinicius kemudian mendapat cercaan dari fans tuan rumah.

Mourinho kemudian diusir di menit akhir pertandingan yang penuh ketegangan karena protes terlalu keras saat meminta kartu kuning kedua untuk Vinicius, artinya ia tak bisa berada di pinggir lapangan untuk leg kedua di Bernabeu minggu depan.

Henti yang panjang itu menyebabkan 12 menit tambahan waktu, tapi Benfica gagal menyamakan kedudukan dan menghadapi tantangan berat di ibu kota Spanyol minggu depan.

Yang terjadi adalah sesuatu yang tak disukai siapa pun, tanya saja pemain Benfica apa yang ia katakan, ujar pelatih Real Alvaro Arbeloa kepada penyiar Movistar.

Rasisme adalah hal yang harus kita hapus dari dunia sepak bola dan jika para pemain tak bisa menyelesaikannya maka ini sangat rumit.

Galatasaray Hantam Juventus

Di Monaco, juara Eropa bertahan PSG pulih dari start buruk saat Desire Doue memimpin kembalinya dari ketertinggalan dua gol untuk mengalahkan tim dari kerajaan itu.

Bintang Amerika Serikat Folarin Balogun membuka skor hanya setelah 55 detik dan mencetak lagi di menit ke-18 untuk menguasai permainan bagi Monaco.

Vitinha kemudian gagal mengurangi ketinggalan saat penalti diselamatkan dan pemenang Ballon dOr tahun lalu Ousmane Dembele cedera sebelum menit ke-30, tapi penggantinya Doue menjadi pahlawan.

Ia membalas satu gol hanya dua menit setelah masuk, dan kemudian membantu Achraf Hakimi menyamakan skor tepat sebelum turun minum.

Monaco kemudian kehilangan Aleksandr Golovin yang diusir di awal babak kedua karena pelanggaran terhadap Vitinha sebelum Doue mencetak gol penentu kemenangan di menit ke-67.

Ia adalah pemain luar biasa dan berbeda. Saya sangat senang untuknya karena ia pantas mendapatkannya, ujar pelatih PSG Luis Enrique kepada penyiar Canal Plus tentang Doue.

Sebelumnya Galatasaray tampil menggelegar untuk mengalahkan Juventus 5-2 dalam laga sengit di Turki, dengan Noa Lang mencetak dua gol untuk tuan rumah.

Gabriel Sara membawa tim tuan rumah unggul tapi Teun Koopmeiners mencetak dua gol untuk membalikkan keadaan bagi Juventus saat turun minum.

Namun Lang menyamakan kedudukan 2-2 tak lama setelah istirahat dan Davinson Sanchez membawa Galatasaray kembali memimpin sebelum Juventus kehilangan Juan Cabal yang diusir.

Lang mencetak gol keduanya dan pengganti Sacha Boey mengunci kemenangan, meninggalkan Juventus juara dua kali menghadapi perjuangan sulit di leg balik minggu depan.

Dortmund, finalis kalah di 2024, sedang menuju eliminasi tim Italia lain setelah mengalahkan Atalanta 2-0 dengan Serhou Guirassy membuka skor lebih awal.

Gol ke-16 musimnya itu diikuti tembakan Maximilian Beier tepat sebelum istirahat.