Tuan Rumah Maroko Maju ke Semifinal Piala Afrika Saat Senegal Masuk Empat Besar

Tuan Rumah Maroko Maju ke Semifinal Piala Afrika Saat Senegal Masuk Empat Besar

Tuan rumah Maroko mempertahankan impian menjadi juara Piala Negara-negara Afrika di hadapan pendukung mereka sendiri setelah mengalahkan Kamerun 2-0 pada perempat final hari Jumat. Sementara itu Senegal mengatasi tetangga mereka Mali untuk melaju ke empat besar.

Sayap Real Madrid Brahim Diaz mencetak gol kelimanya dalam lima pertandingan di turnamen ini yang membawa Maroko unggul atas Kamerun di depan lebih dari 64.000 penonton di Stadion Prince Moulay Abdellah di Rabat. Ismael Saibari mengunci kemenangan di babak kedua.

Maroko pantas mendapatkan kemenangan ini saat mereka melangkah ke semifinal menghadapi pemenang pertemuan Algeria dan Nigeria pada Sabtu.

Kami hanya perlu terus maju satu pertandingan demi satu pertandingan. Kami belum mencapai apa-apa, tegas pelatih Maroko Walid Regragui. Ia tetap memuji kemenangan sebagai momen bersejarah.

Rakyat Maroko belum melihat timnas mereka di semifinal Piala Afrika selama 22 tahun. Mereka layak mendapatkannya tapi kami harus tetap rendah hati dan membuatnya lebih bersejarah lagi.

Semifinal ini akan menjadi ujian lebih berat bagi Maroko dibandingkan apa yang ditawarkan Kamerun. Mereka berharap menimbulkan kejutan meski sudah melampaui ekspektasi setelah persiapan turnamen yang bermasalah.

Tim Indomitable Lions yang lima kali juara Afrika menciptakan sedikit peluang. Penyerang Manchester United Bryan Mbeumo kesulitan berdampak.

Kami puas dengan para pemain karena mereka telah memberikan banyak emosi kepada rakyat Kamerun dan itulah tujuan kami, tegas pelatih David Pagou yang baru mengambil alih tim menjelang turnamen.

Maroko sebagai tim peringkat teratas Afrika dan semifinalis Piala Dunia 2022 berada di bawah tekanan besar untuk memenangkan trofi di hadapan pendukung sendiri. Sudah setengah abad sejak gelar kontinental terakhir mereka.

Ada keraguan apakah mereka bisa mengatasi beban harapan. Tapi mereka tetap di jalur mencapai tujuan. Ini pertama kalinya Maroko mencapai semifinal Piala Afrika sejak kalah di final 2004 dari Tunisia.

Maroko pernah dikalahkan Kamerun di semifinal terakhir kali menjadi tuan rumah Piala Afrika pada 1988. Tapi hasil serupa tidak terlihat mungkin kali ini.

Tuan rumah unggul pada menit ke-26 saat sudut Achraf Hakimi disundul Ayoub El Kaabi ke arah gawang dari tiang dekat. Bola masuk setelah menyentuh Diaz.

Itu menenangkan pendukung tuan rumah yang antusias. Mereka menyambut tim saat turun di jeda dan kemudian menyaksikan Saibari mengunci kemenangan pada menit ke-74.

Gelandang PSV Eindhoven mengontrol umpan mati Abde Ezzalzouli dari tiang jauh sebelum menembakkan bola masuk. Maroko pun melaju ke semifinal hari Rabu.

Ndiaye Hancurkan Mali

Senegal sebagai tim Afrika peringkat kedua dunia di belakang Maroko dianggap ancaman terbesar bagi tuan rumah sebelum turnamen. Kini mereka juga lolos ke semifinal.

Juara 2022 itu mengalahkan Mali yang berlaga dengan 10 pemain 1-0 dalam derby Afrika Barat di Tangiers berkat gol babak pertama dari penyerang Everton Iliman Ndiaye.

Gol terjadi pada menit ke-27 setelah blunder kiper Mali Djigui Diarra yang membiarkan umpan silang Krepin Diatta lolos di bawah tubuhnya. Ndiaye kemudian menyundul bola lepas ke gawang.

Kemudian untuk pertandingan knockout kedua beruntun Mali kehilangan satu pemain sebelum babak pertama usai. Kapten Yves Bissouma mendapat kartu kuning kedua karena pelanggaran terhadap Idrissa Gana Gueye.

Diarra menebus kesalahannya di babak pertama dengan beberapa penyelamatan gemilang yang menjaga Mali tetap bertahan. Tapi satu gol sudah cukup bagi Senegal.

Berusaha mencapai final ketiga dalam empat edisi Singa Teranga akan menghadapi pemegang gelar Pantai Gading atau juara tujuh kali Mesir yang bertemu pada Sabtu di semifinal.  

Pelatih Senegal Pape Thiaw mengatakan. Pertandingan ini tidak mudah melawan tim Mali yang berbakat. Jika kami lebih tajam di depan gawang kami bisa mencetak lebih banyak gol.

Ini pertandingan sulit bagi kami karena kami harus bermain separuhnya dengan 10 pemain, ujar pelatih Mali Tom Saintfiet. Saya bangga dengan para pemain atas apa yang mereka lakukan tidak hanya malam ini tapi sepanjang Piala Afrika.