Tottenham Bukan Klub Besar Kata Postecoglou Usai Pemecatan Frank
Ange Postecoglou menegaskan bahwa Tottenham Hotspur bukanlah klub besar setelah pemecatan pelatih kepala Thomas Frank pada hari Rabu.
Pelatih asal Denmark itu menggantikan Postecoglou di kursi panas Spurs namun gagal membawa kebangkitan dalam performa mereka di Premier League.
Setelah kekalahan 2-1 di kandang melawan Newcastle pada Selasa malam klub London utara itu hanya unggul lima poin dari zona degradasi.
Mengalami situasi itu untuk kedua kalinya dalam enam bulan terakhir sungguh sulit tambah Postecoglou dalam podcast The Overlap Stick to Football.
Anda tahu bahwa dia bukan satu-satunya masalah di klub tersebut. Tottenham adalah klub yang menarik. Mereka melakukan perubahan besar di akhir tahun lalu tidak hanya denganku tapi juga dengan kepergian Daniel Levy sebagai ketua eksekutif dan menciptakan lingkungan ketidakpastian yang seluruhnya.
Meskipun secara tradisional dianggap sebagai bagian dari klub Big Six yang kini bermain di salah satu stadion terbaik di negara itu Tottenham baru dua kali menjadi juara Inggris sama seperti Portsmouth yang lebih sering bermain di kasta kedua.
Dan gelar terakhir Spurs diraih puluhan tahun sebelum era Premier League ketika tim legendaris di bawah Bill Nicholson mengangkat trofi First Division lama dan Piala FA untuk melakukan Double pada musim 1960/61
Jauh sebelum Postecoglou mengambil alih pelatih-pelatih ternama seperti Terry Venables George Graham Harry Redknapp Jose Mourinho dan Antonio Conte berusaha tapi gagal membawa Spurs kembali ke puncak sepak bola Inggris.
Tidak ada jaminan siapa pun pelatih yang dibawa masuk mereka pernah punya pelatih kelas dunia tapi belum meraih kesuksesan ujar Postecoglou.
Meskipun mengakhiri penantian 17 tahun Spurs untuk trofi besar saat mengalahkan Manchester United di final Europa League 2005 performa buruk di liga membuat Postecoglou tetap dipecat.
Pelatih Australia berusia 60 tahun itu menekankan kegagalan berinvestasi pada pemain sebagai akar masalah Spurs.
Mereka telah membangun stadion luar biasa fasilitas latihan hebat tapi jika melihat pengeluaran mereka terutama struktur gaji mereka bukan klub besar katanya.
Aku melihat itu karena saat kami mencoba mendatangkan pemain kami tidak berada di pasar untuk pemain-pemain tersebut.
Postecoglou menambahkan bahwa Spurs gagal mewujudkan ideal mereka sendiri.
Saat masuk ke Tottenham apa yang terlihat di mana-mana adalah To Dare Is To Do moto klub itu tapi tindakan mereka hampir kebalikannya ujarnya. Aku pikir mereka tidak sadar bahwa untuk benar-benar menang harus mengambil risiko.
Aku merasa Tottenham sebagai klub mengatakan kami salah satu dari yang besar dan kenyataannya aku rasa mereka bukan.