Tim Iran Bersiap Hadapi Piala Asia Wanita Saat Serangan Bom Melanda Negeri Asal

Tim Iran Bersiap Hadapi Piala Asia Wanita Saat Serangan Bom Melanda Negeri Asal

Pimpinan sepak bola menyatakan dukungan penuh dan bantuan untuk skuad Iran yang berada di Australia pada hari Minggu untuk Piala Asia Wanita setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran ke tanah air mereka.

Skuad Iran beranggotakan 26 pemain tiba di Gold Coast beberapa hari sebelum serangan pada hari Sabtu yang menewaskan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei saat Washington dan Tel Aviv berupaya menggulingkan republik Islam tersebut.

Mereka dijadwalkan memulai turnamen pada hari Senin melawan Korea Selatan.

Konfederasi Sepak Bola Asia menyatakan dalam pernyataan bahwa mereka terus memantau perkembangan terkini di Timur Tengah selama masa sulit ini.

Prioritas utama AFC tetap pada kesejahteraan keselamatan dan keamanan semua pemain pelatih pejabat serta penggemar katanya. 

Dalam hal ini kami menjaga komunikasi erat dan rutin dengan tim nasional wanita Iran serta pejabat di Gold Coast dan memberikan dukungan serta bantuan penuh kami.

Pelatih Iran Marziyeh Jafari menggelar konferensi pers pra-pertandingan pada hari Minggu tapi tetap fokus pada sepak bola dengan menyatakan turnamen ini kesempatan untuk tunjukkan potensi wanita Iran.

Setelah musim liga di Iran kami berkumpul untuk tiga kamp pelatihan sebelum tiba di Australia di mana kami telah menjalani beberapa sesi yang bermanfaat jadi saya harap besok kami bisa tampilkan pertandingan bagus katanya.

Turnamen 12 tim yang dimulai hari Minggu ini akan menjadi salah satu yang terbesar bagi banyak pemain Iran.

Mereka tampil debut bersejarah di Piala Asia terakhir di India pada 2022 dan mengalami kekalahan telak melawan China dan Taiwan tapi itu menjadikan mereka pahlawan nasional di negara di mana hak-hak wanita sangat dibatasi.

Di India pada 2022 grupnya sedikit lebih mudah Sekarang pada 2026 kami tampil dengan pengalaman lebih tapi grupnya lebih sulit kata Jafari tentang grup yang juga melibatkan tuan rumah Australia dan Filipina.

Tapi kami tetap ingin tunjukkan di pertandingan-pertandingan ini potensi wanita Iran.

Iran menunjukkan ketangguhan untuk lolos melalui kampanye kualifikasi yang menantang untuk Australia yang berujung pada kemenangan atas favorit Jordan untuk amankan penampilan beruntun kedua.

Kapten Zahra Ghanbari mengatakan dia bermimpi besar.

Saya yakin turnamen ini hebat dengan tim-tim hebat tapi kami benar-benar ingin lolos ke Piala Dunia kata wanita berusia 33 tahun itu.

Kami tahu pertandingan-pertandingan ini akan sulit tapi kami punya mentalitas tangguh dan ingin berikan yang terbaik.

Enam tim teratas akan lolos ke Piala Dunia 2027 di Brasil.