Tim AS 'terpukul' akibat minimnya dukungan menjelang Piala Dunia 2026

Tim AS 'terpukul' akibat minimnya dukungan menjelang Piala Dunia 2026

Final Piala Emas tahun lalu menjadi saksi kekalahan AS di stadion Houston yang penuh sesak dengan pendukung tim lawan Meksiko. Sementara di semifinal di St Louis, Missouri, tribun berubah menjadi lautan biru muda saat mereka menghadapi Guatemala.

Pemandangan serupa juga terlihat pada Copa America yang diselenggarakan di AS setahun sebelumnya.

Hal ini sangat mengkhawatirkan para pemain AS yang tengah berada dalam tekanan besar untuk memberikan hasil maksimal sebagai tuan rumah bersama di Piala Dunia musim panas ini, ungkap sineas dokumenter Rand Getlin kepada AFP.

"Hal itu benar-benar menghancurkan mereka. Melukai perasaan mereka. Membuat mereka bersedih. Mereka kecewa terhadap diri sendiri karena gagal memberikan lebih banyak hal yang bisa didukung oleh para pendukung," ujar Getlin, yang selama empat tahun terakhir mengikuti tim AS untuk sebuah serial HBO.

"Mereka seperti berucap, 'Aku ingin keluar dan melakukan hal luar biasa bersama timnas putra ini di Piala Dunia, sehingga kita bisa mengubah selamanya cara olahraga ini dipandang di negeri ini,'" paparnya.

Serial dokumenter lima episode karya Getlin ini dengan tepat diberi tajuk "U.S. Against the World."

Serial ini mengajak penonton memasuki rumah dan ruang ganti sejumlah bintang AS, seperti Christian Pulisic dan Weston McKennie.

Serial tersebut mengikuti perjalanan mereka dari asal-usul sederhana di negara yang dulunya skeptis terhadap sepak bola, hingga mencapai kesuksesan yang tak disangka-sangka dengan bermain di klub-klub elit Eropa.

Tak ketinggalan, serial ini juga menampilkan pemecatan Gregg Berhalter serta kedatangan Mauricio Pochettino sebagai pelatih kepala, hanya kurang dari dua tahun menjelang Piala Dunia.

Pochettino, pelatih asal Argentina yang sebelumnya menangani Tottenham Hotspur, segera menyadari perbedaan mencolok antara semangat "luar biasa" para penggemar Guatemala dan para pendukung AS.

"Itulah hubungan yang kami inginkan di Piala Dunia. Hubungan yang membuat Anda melayang," katanya setelah laga Piala Emas tersebut.

"Menyaksikan (Guatemala), cara mereka bertarung, cara pendukung mereka bersikap, itu adalah hal penting yang harus kita pelajari di negara ini," imbuhnya.

Dalam satu dekade terakhir, sepak bola di Amerika Utara mengalami ledakan popularitas. Namun perhatian pendukung seringkali tertuju pada klub-klub Eropa yang gemerlap atau, bagi komunitas imigran, negara leluhur mereka.

Beberapa pekan terakhir, sejumlah media seperti The Athletic memberitakan penjualan tiket pertandingan Piala Dunia Amerika Serikat yang kurang dari harapan, kendati harga yang sangat tinggi dinilai menjadi penyebab utamanya.

Pada laga pembuka fase grup, AS akan berhadapan dengan lawan dari Amerika Latin, yaitu Paraguay, kemudian dilanjutkan dengan Australia dan Turki.

Di dalam film dokumenter, Pochettino dan para pemain sama-sama berhati-hati agar tidak menyalahkan para pendukung AS yang seringkali kalah jumlah.

Menurut Getlin, salah satu faktornya adalah mereka sangat terlatih menghadapi media, khususnya soal "hal-hal yang tidak boleh diucapkan."

Serial ini memperlihatkan cemoohan yang diterima Pulisic hanya karena memutuskan tidak ikut Piala Emas setelah musim yang melelahkan, sebagian sebagai persiapan menuju Piala Dunia.

Pulisic terpaksa menghapus akun media sosial dan melemparkan ponselnya ke tembok karena kesal dengan perlakuan yang diterimanya. Di serial itu, ia menceritakan beban mental yang dideritanya.

"Ini adalah tindakan berani dari dirinya untuk mengundang kami ke rumah pada saat seperti itu," ujar Getlin, yang menilai Pulisic yang kadang mudah tersinggung sebagai sosok yang "sangat tidak dipahami."

Namun di kalangan pemain AS juga ada perasaan bahwa mereka belum sepenuhnya mendapatkan dukungan dan kesetiaan pendukung sendiri yang besar dan riuh seperti yang mereka lihat dari negara-negara lain.

Tim AS tidak lolos ke Piala Dunia 2018, bermain cukup terhormat pada edisi 2022, namun kemudian menelan kegagalan yang memalukan di Copa America dan Nations League tahun lalu.

Setiap kekalahan dan penampilan buruk yang baru terjadi menimbulkan "tekanan yang terus bertambah menjelang Piala Dunia," diakui kiper Matt Turner.

Getlin berharap dokumenter yang dibuat bekerja sama dengan Federasi Sepak Bola AS ini dapat memberikan "jalan masuk emosional" bagi penggemar Amerika untuk mendukung tim mereka di Piala Dunia.

"Kami ingin memberikan Amerika Serikat sesuatu yang bisa mereka soraki," ujar Getlin.

"Dan untuk bisa bersorak bagi tim ini, saya rasa Anda harus mengenal dan peduli pada mereka sebelum turnamen bergulir."