Thomas Tuchel Minta Tenang Usai Inggris Tumbang dari Jepang Jelang Piala Dunia
Gol Kaoru Mitoma di babak pertama di Wembley membuat Inggris menelan kekalahan pertama kalinya dari tim Asia pada percobaan ke-11.
Dalam laga persahabatan terakhir di kandang sebelum Piala Dunia dimulai pada Juni, tim Tuchel menunjukkan penampilan lesu kedua berturut-turut dan disambut sorak kecewa saat peluit akhir dibunyikan.
Setelah hasil imbang membosankan 1-1 melawan Uruguay pada Jumat lalu, Inggris sekali lagi kehilangan semangat dan kerja sama yang solid.
Tuchel, yang absen Harry Kane, Declan Rice, dan Bukayo Saka di kedua laga uji coba itu, mengakui sulit menyaksikan Inggris kesulitan menemukan irama bermain, tapi pelatih asal Jerman itu menyebutnya tetap latihan yang bermanfaat.
"Tentu saja itu menyakitkan. Selalu sakit kalah, apalagi di kandang sendiri yang sangat menyakitkan. Kami dihukum karena satu serangan balik di babak pertama," ujarnya.
"Kami butuh pertandingan seperti ini, kami tahu lawan tangguh, beberapa pemain absen. Formasi baru lagi, kami coba banyak hal, dan kami harus belajar.
"Kami harus melihatnya secara proporsional, ini bukan akhir dunia."
Dengan kapten Inggris Kane absen karena cedera ringan, Tuchel memilih Phil Foden sebagai 'false nine' dengan Cole Palmer, Morgan Rogers, dan Anthony Gordon mendukung serangan.
Rencana Tuchel gagal karena Inggris hampir tak menghasilkan tembakan lawan tekanan gigih Jepang dan penguasaan bola yang cerdas.
"Tidak pernah menyenangkan dan kami tidak suka, tapi bukan soal false nine atau nine biasa, ini soal penampilan dan membuat pernyataan, menang duel satu lawan satu, dan berani," kata Tuchel, yang menarik keluar Foden dan Palmer di babak kedua.
"Kami bisa lebih baik tapi ini tim yang terlatih baik yang kami hadapi, formasi baru dan pemain baru."
Tuchel tidak ragu soal pentingnya Kane, penyerang Bayern Munich yang pencetak gol terbanyak bagi The Three Lions dan sedang on fire untuk klubnya musim ini.
"Mengapa Argentina tidak bergantung pada (Lionel) Messi atau Portugal pada Cristiano Ronaldo? Ini hal biasa. Tokoh kunci absen dari kami dan itu terlihat. Kami kekurangan pukulan," kata Tuchel.
"Di babak pertama kami bermain terlalu sempit. Kami tidak ingin begitu tapi kami sendiri yang membuat lapangan terlalu sempit.
"Di babak kedua kami lebih dinamis, kami gunakan lebar lapangan lebih dengan winger dan bek sayap, yang sebenarnya ingin kami lakukan sejak awal. Kami ambil risiko lebih dan punya peluang tapi tak bisa menyelesaikan."