Taylor Cetak Gol Dua Kali Membawa Lazio Mengalahkan Bologna Saat Orsolini Gagal Penalti
Dengan waktu yang semakin menipis untuk mendekati enam besar, tim Serie A yang berada di peringkat kedelapan dan kesembilan saling mengimbangi di babak pertama. Lazio menguasai bola di awal-awal pertandingan, tetapi Adam Marusic hanya bisa menyentuh bola langsung ke arah Federico Ravaglia setelah berhasil membuat ruang di kotak penalti, sementara Bologna mulai bangkit setelah memulai dengan lambat.
Mereka hampir saja membuka keunggulan pada menit ke-20 dari situasi yang tampak biasa saja, ketika Nikola Moro mengambil bola dari jarak 30 meter dari gawang, tapi tendangannya yang keras menghantam sambungan tiang dan mistar dengan kiper Edoardo Motta kalah tangkas.
Saat babak pertama berlanjut, peluang terbaik Lazio datang dari serangan balik, dengan Marusic menjadi ancaman utama di sisi kanan. Ia punya kesempatan bagus lagi saat melaju sendirian dan seharusnya bisa memberi umpan ke Daniel Maldini di kotak penalti, tapi ia tampak bimbang sehingga umpan silangnya yang mirip tembakan melayang tepat di atas mistar.
Tim tuan rumah mendapat peluang emas untuk unggul tepat setelah jeda, setelah umpan ceroboh dari Fisayo Dele-Bashiru disia-siakan oleh Santiago Castro.
Penyerang asal Argentina itu dilanggar oleh Motta di dalam kotak penalti, tapi kiper Lazio segera menebus kesalahannya dengan menyelam ke kanan untuk menghalau tendangan penalti dari Riccardo Orsolini.
Penyelamatan itu menjadi momen krusial dalam laga, karena tampaknya membuat pendukung tuan rumah kecewa dan membuka ruang bagi tim tamu untuk membangun serangan mereka sendiri.
Menjelang 20 menit terakhir, hasil imbang terasa hampir pasti, tapi itu pecah berkat dua aksi brilian dari Taylor. Ia mencetak gol pembuka pada menit ke-72 dengan tetap tenang di area penalti untuk menempatkan bola ke sudut bawah.
Bologna terkejut, dan Taylor mencetak gol lagi 10 menit kemudian, saat ia melewati Ravaglia sebelum menendang bola ke gawang kosong.
Hasil ini membuat Lazio kini meraih tiga kemenangan beruntun dan mendekati enam besar hanya delapan poin lagi, sekaligus melompati Bologna satu poin dan satu peringkat menjadi di atas mereka yang turun ke posisi kesembilan.