Seri FIFA Australia Dibuka dengan China Mengalahkan Curaçao 2-0 di Sydney
Wei Shihao dan Zhang Yuning mencetak gol sebelum dan sesudah istirahat di Stadium Australia Sydney yang menjadi peringatan bagi negara kecil itu menjelang penampilan perdananya di ajang utama dunia di Amerika Utara pada Juni Juli.
Curaçao dengan jumlah penduduk hanya 156.000 orang merupakan negara terkecil sepanjang sejarah yang berhasil lolos ke Piala Dunia.
Walaupun demikian mereka melewati babak kualifikasi CONCACAF tanpa mengalami kekalahan di bawah arahan pelatih asal Belanda Advocaat dengan raihan tiga kemenangan dan tiga kali seri dan pelatih veteran berusia 78 tahun itu diharapkan memimpin mereka saat menciptakan sejarah sepak bola.
Tapi secara tak terduga ia meninggalkan tim bulan lalu untuk merawat putrinya yang sakit dan digantikan oleh Rutten.
Hal itu ternyata menjadi awal yang buruk bagi mantan pelatih FC Twente PSV Eindhoven Feyenoord dan Schalke ini karena timnya tergabung di Grup E yang sulit di Piala Dunia bersama Jerman Pantai Gading dan Ekuador.
China yang gagal lolos ke Piala Dunia mendominasi awal pertandingan dalam laga uji coba ini yang merupakan bagian dari Seri FIFA 2026.
Namun Curaçao justru yang mendapat peluang pertama lewat tembakan jarak jauh dari gelandang eks Birmingham City Juninho Bacuna yang nyaris mengenai tiang gawang.
China yang berada di peringkat 93 dunia sementara Curaçao di 81 harus menunggu hingga menit ke-40 untuk peluang bersih pertama saat Wang Shangyuan melepaskan tembakan melambung di atas mistar.
Tapi saat peluang lain datang di tambahan waktu babak pertama mereka berhasil memanfaatkannya.
Kiper Yan Junling mengirim umpan panjang ke depan yang disundul ke arah Wei untuk diselesaikan dengan apik.
China menggandakan keunggulan pada menit ke-59 ketika kapten Zhang memanfaatkan kemelut buruk di kotak penalti dan melepaskan tembakan ke sudut kanan gawang sementara Curaçao yang semakin frustrasi tak mampu membalas.