Senegal Pawangkan Trofi AFCON Jelang Pertandingan Persahabatan dengan Peru Meski Gelar Telah Dicabut
Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) pada tanggal 17 Maret membatalkan kemenangan final Senegal 1-0 atas Maroko di Rabat pada 18 Januari dan memberikan kemenangan 3-0 bagi tim tuan rumah.
Pada hari Sabtu, kapten Senegal Kalidou Koulibaly beserta rekan setimnya memasuki lapangan dengan membawa trofi AFCON untuk melakukan putaran kehormatan setelah konser pra-pertandingan oleh bintang Senegal Youssou Ndour.
Koulibaly dan kiper Edouard Mendy naik ke balkon presidensial stadion untuk meletakkan trofi di sana di hadapan Abdoulaye Fall, presiden Federasi Sepak Bola Senegal, serta tokoh lainnya.
Final AFCON berubah menjadi kekacauan ketika pemain Senegal meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes setelah tuan rumah diberi penalti menjelang akhir perpanjangan waktu babak kedua.
Pemain-pemain itu dibujuk kembali ke lapangan oleh kapten Sadio Mane. Setelah Brahim Diaz dari Maroko gagal menendang penalti, Pape Gueye mencetak gol pada babak perpanjangan waktu sehingga Senegal menang 1-0.
CAF memutuskan bahwa pemain Senegal melanggar aturan dengan meninggalkan lapangan tanpa izin wasit.
Federasi Sepak Bola Senegal mengajukan banding terhadap keputusan CAF ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) pada hari Rabu dan belum menyerah untuk mempertahankan gelar tersebut.
Ratusan ribu penonton diharapkan hadir untuk pertandingan pukul 17:00 CET pada hari Sabtu. Ribuan suporter Senegal yang diselingi penggemar Peru sudah memadati Stade de France saat para pemain memamerkan trofi mereka.
Sebelumnya, hampir 200 suporter Senegal berkumpul di depan Basilika Saint-Denis terdekat sebelum bergerak menuju Stade de France diiringi suara drum dan perkusi tradisional.
Bally Bagayoko, walikota Saint-Denis yang baru terpilih, sempat bergabung sebentar dalam prosesi tersebut.
"Selamat datang di Saint-Denis," kata walikota itu. "Saya ingin berterima kasih kepada semua yang mengorganisir inisiatif luar biasa ini.
"Kalian adalah kebanggaan bagi warga lingkungan kelas pekerja. Kami sering mengalami diskriminasi dan dipandang sebelah mata.
"Kalian menunjukkan bahwa kalian mampu bersatu pada momen penting seperti ini. Hari ini, Afrika bersatu. Semua mendukung Senegal."
Pertandingan persahabatan melawan Peru dijadwalkan sebagai laga pertama Singa Teranga sejak final Piala Afrika Bangsa-Bangsa.
Mereka sedang mempersiapkan diri untuk Piala Dunia, di mana mereka tergabung dalam grup bersama Prancis, Norwegia, serta Bolivia atau Irak.
Skuad mereka pada hari Sabtu hampir sama persis dengan yang bertanding di Piala Afrika Bangsa-Bangsa.