'Saya tidak bodoh': Cristian Chivu dari Inter akui penyesuaian sepanjang musim
Skuad Chivu unggul sembilan poin di puncak klasemen Serie A, dengan pria berusia 45 tahun itu kini memimpin perburuan gelar yang telah mengubah ekspektasi seputar tim dan pelatih yang memulai musim dengan pengawasan jauh lebih sedikit.
Bos Inter ditanya dalam konferensi pers menjelang laga kandang Jumat melawan Cagliari apakah ia merasa berubah atau justru persepsi orang lain yang berubah.
"Saya bisa menjadi banyak hal, tapi pasti bukan orang bodoh," ujar Chivu.
"Hidup mengajarkan saya beradaptasi dengan momen dan cerita, dengan peran yang saya emban dan kepemimpinan yang saya pegang. Jika di awal apa yang ingin saya sampaikan ke tim membuat saya bicara hal tertentu dengan cara tertentu, seiring jalan hal-hal itu berubah.
"Karena segalanya berubah, dan saya menyesuaikan diri."
Ada banyak keraguan seputar pengangkatan Chivu saat klub mendatangkan pelatih tanpa pengalaman untuk menggantikan Simone Inzaghi yang pernah juara liga dan membawa Inter ke dua final Liga Champions.
Chivu, mantan pemain Inter yang memulai karier kepelatihannya di tim muda klub, pernah menangani 13 pertandingan dalam satu-satunya peran manajerial senior dengan Parma musim lalu. Kekalahan Inter di dua dari tiga laga pembuka sedikit membantu posisinya.
"Kami memulai dengan dugaan hanya target finis ke delapan, bahwa saya kurang pengalaman dan akan dipecat setelah lima laga, dengan orang-orang sudah memikirkan siapa penggantinya," ujar Chivu.
"Sebaliknya kami terus maju, berkat kelompok pria yang sejak awal bertujuan kompetitif."
Sedikit kasih sayang sejak Hari Valentine
Chivu yakin liputan media seputar Inter berubah total setelah kemenangan Hari Valentine atas Juventus, dengan Alessandro Bastoni dituduh menyelam untuk membuat lawan diusir dan kemudian merayakan kartu merah itu.
"Itu menjadi pemberangusan media dari segala sudut, untuk Inter dan seorang pemain. Di situlah cerita berubah," ujar Chivu.
"Tapi saya tak pernah konfrontatif dan tak pernah memakai topeng. Saya berusaha tak bicara soal wasit dan saya belum melakukannya. Jika kami di titik ini di musim dan seseorang tak suka apa yang saya katakan, itu bukan masalah saya."