'Sangat beruntung' pelatih Jepang Nielsen sebut Piala Asia ini lama dinanti dan benar benar pantas

'Sangat beruntung' pelatih Jepang Nielsen sebut Piala Asia ini lama dinanti dan benar benar pantas

Tim berbakatnya terbukti tak tertandingi dalam mencapai final hari Sabtu tapi mereka didorong habis habisan oleh Matildas dengan tendangan jarak jauh Maika Hamano di menit ke 17 yang memisahkan keduanya di depan lebih dari 74,000 penggemar di Sydney.

"Saya sangat beruntung bisa bekerja dengan pemain pemain sehebat itu," kata Nielsen mantan pelatih Denmark dan Swiss yang menjabat sejak akhir 2024.

"Jepang bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang dalam beberapa hal. Kami bisa menemukan gaya yang cocok untuk pemain kami karena mereka berbakat.

"Kami tak bisa menemukan irama kami sendiri tapi karakter pemain para pemain itu cara mereka tak pernah berhenti bermain membuat kami 10-20 persen lebih baik.

"Senang menjadi tim yang bagus senang menjadi tim yang menarik tapi jika tak memenangkan turnamen itu tak ada artinya," tambahnya.

"Kami tak bermain sebaik yang bisa kami lakukan tapi mereka tetap membuatnya berarti. Sudah terlalu lama sejak Jepang terakhir kali memenangkan trofi jadi ini sangat penting dan benar benar pantas."

Sebagai tim nomor enam dunia Jepang menjadi favorit meski tampil di depan kerumunan yang mendukung tim Australia yang haus trofi pertama sejak turnamen 2010.

Hasilnya bisa berbalik.

Caitlin Foord dari Arsenal punya tiga peluang emas untuk tuan rumah dan Australia menghujani gawang Jepang di 15 menit terakhir mencari gol penyeimbang.

Tapi tim Nielsen bertahan dengan pertahanan gigih untuk meraih gelar benua ketiga setelah menang di 2014 dan 2018 keduanya juga melawan Australia dengan skor sama.

Nielsen murah hati dalam memuji tim tempur Joe Montemurro.

"Australia adalah tim kelas dunia dengan pemain kelas dunia. Mereka dipimpin dengan baik oleh Joe yang selalu punya trik di lengan bajunya," katanya.

"Kami punya gol brilian berkat Maika. Dia adalah pemain muda berbakat yang sedang menanjak."

Montemurro bilang ini "perjalanan luar biasa" bagi skuadnya meski kalah pahit karena mereka kini memandang Piala Dunia 2027 di Brasil.

"Saya punya 26 pejuang di lapangan yang selama 21 hari benar benar luar biasa," katanya.

"Kadang hal hal menguntungkanmu kadang tidak. Tapi bagi kami ini perjalanan luar biasa. Kami main melawan tim top dan itulah yang kami inginkan.

"Kami memperkuat 'kami' sebagai tim sepak bola dan apa arti kami," tambahnya. "Kami kini harus mulai melihat ke depan dan saya akan coba jaga keyakinan itu tetap ada."