Salah beserta para bintang lain bertekad menggagalkan Maroko saat Piala Afrika memasuki tahap semifinal

Salah beserta para bintang lain bertekad menggagalkan Maroko saat Piala Afrika memasuki tahap semifinal

Piala Negara-negara Afrika telah memasuki babak semifinal dan turnamen yang minim kejutan ini kini menyajikan dua pertandingan menarik dengan tuan rumah Maroko berupaya mengatasi tantangan dari kekuatan besar benua lainnya.

Mesir milik Mohamed Salah, Nigeria punya Victor Osimhen, dan Senegal bersama Sadio Mane masih bersaing untuk merebut trofi di Rabat minggu depan, meskipun keuntungan bermain di kandang membuat Maroko tetap diunggulkan.

Sebagai semifinalis Piala Dunia 2022, Maroko merupakan tim teratas di Afrika dan menghadapi semifinal melawan Nigeria di ibu kota dengan rekor tak terkalahkan sejak kekalahan dari Afrika Selatan di edisi Piala Afrika sebelumnya.

Skuad Walid Regragui hanya kebobolan satu gol dalam lima laga di sini dan keraguan soal kemampuan mereka menghadapi tekanan besar bermain di rumah hilang setelah penampilan gemilang mengalahkan Kamerun 2-0 di perempat final.

Kapten sekaligus pemain Afrika terbaik saat ini Achraf Hakimi telah pulih dari cedera, dan di sayap Real Madrid ada Brahim Diaz yang mencetak lima gol dalam lima pertandingan sehingga menjadi bintang utama turnamen ini.

Dia bisa menjadi pemain terbaik dunia jika mau katanya Regragui usai laga lawan Kamerun.

Maroko saat ini kekuatan terdepan di Afrika dan tidak seperti Nigeria mereka sedang mempersiapkan diri untuk Piala Dunia.

Tapi catatan mereka di Piala Negara-negara Afrika sepanjang sejarah kurang memuaskan. Ini semifinal pertama mereka sejak 2004 saat kalah di final dari Tunisia.

Lebih jauh lagi, Maroko mengalahkan Nigeria dalam perjalanan juara pada 1976 dan setengah abad kemudian itu tetap satu-satunya gelar benua mereka.

Nigeria kembali ke Maroko dengan banyak yang harus dibuktikan setelah kalah adu penalti dari Republik Demokratik Kongo di playoff November di Rabat yang memutuskan peluang lolos ke Piala Dunia.

Ada sepuluh negara Afrika ikut Piala Dunia dan luar biasa Nigeria dengan warisan sepak bola serta populasi terbesar di benua itu tidak termasuk di antaranya.

Namun penampilan mereka selama tiga minggu terakhir menunjukkan itu hanyalah anomali.

Mesir dan Senegal bertemu kembali

Nigeria runner-up Piala Negara-negara Afrika terakhir pada 2024. Dipimpin dua mantan pemain Afrika terbaik Osimhen dan Ademola Lookman, mereka pencetak gol terbanyak turnamen ini dengan 14 gol.

Lalu apa yang berubah dari kampanye kualifikasi Piala Dunia gagal itu?

Tidak ada katanya pelatih Eric Chelle yang ditunjuk tepat setahun lalu. Ini tim yang sama. Bedanya hanya mereka telah berkembang karena tahu apa yang saya inginkan.

Kejutan hampir tidak ada di Piala Afrika ini tapi kehadiran Nigeria berarti empat dari lima tim teratas Afrika ada di semifinal kecuali Aljazair yang dikalahkan Super Eagles Sabtu lalu.

Semifinal lain Rabu di Tangiers antara Mesir dan Senegal adalah pengulangan final 2022 yang dimenangkan Lions of Teranga lewat adu penalti.

Senegal peringkat dua di Afrika dan 19 dunia dianggap ancaman terbesar bagi Maroko sebelum turnamen dan kini tinggal satu langkah dari final ketiga dalam empat edisi.

Mereka punya skuad berpengalaman termasuk Mane yang akan berhadapan rekan lama di Liverpool yakni Salah.

Kehadiran mereka berarti lima pemenang terakhir penghargaan pemain Afrika terbaik semuanya di semifinal.

Salah yang seperti Osimhen punya empat gol di turnamen belum pernah juara Piala Afrika meski dua kali runner-up.

Dia datang ke Maroko setelah kehilangan kepercayaan di klub tapi tampaknya menemukan kebahagiaan lagi bersama timnas saat berusaha membawa Mesir ke gelar kedelapan terbanyak.

Saya sudah memenangkan hampir semua trofi tapi ini yang saya tunggu katanya Salah usai menang perempat final atas Pantai Gading, sambil bersikeras Firaun kini underdog.

Kami melawan tim-tim bagus kebanyakan pemainnya di Eropa yang memudahkan mereka.

Kami punya pemain bagus tapi sebagian besar main di Mesir. Kami ada tiga pemain di luar negeri tapi ketiganya sedang sulit tidak main di klub sekarang tambahnya dengan isyarat pada masalahnya sendiri di Anfield.