Sadiki dari Sunderland Tetap Rendah Hati Saat Tim DR Congo Bidik Perempat Final Piala Afrika
Noah Sadiki menegaskan bahwa ia belum membuktikan diri sebagai bintang di Premier League meskipun menjadi penampilan gemilang bagi Sunderland yang kini berambisi memimpin Republik Demokratik Kongo menuju babak perempat final Piala Bangsa Bangsa Afrika.
Gelandang berusia 21 tahun yang lahir di Brussels ini menjadi pemain utama dalam skuad Sunderland yang luar biasa musim ini sebelum berangkat ke Piala Afrika bersama tim Leopards.
Pada hari Selasa mereka akan menghadapi Aljazair di babak 16 besar di Rabat dalam pertandingan pertama dari apa yang diharapkan menjadi tahun bersejarah bagi mereka.
"Ini tidak akan menjadi laga termudah sejauh ini tapi kami harus menang besok jika ingin bermimpi besar" kata Sadiki kepada wartawan pada Senin tepat sebelum sesi latihan tim Kongo di Sale dekat ibu kota Maroko.
Ini adalah pengalaman pertama Sadiki di turnamen internasional besar setelah mewakili Belgia di level junior sebelum beralih kewarganegaraan ke DR Kongo dan debut seniornya pada September 2024.
"Saya sangat senang berada di sini. Saya hanya berusaha menikmati setiap momen karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi esok hari" ujarnya segera sebelum basah kuyup oleh semprotan air.
"Penampilan saya belakangan ini cukup baik tapi saya perlu terus membuktikan diri karena sekarang lah kompetisi sebenarnya dimulai dan hal yang sama akan terjadi saat saya kembali ke klub itu akan menjadi saat musim benar benar bergulir.
"Saya belum melakukan sesuatu yang luar biasa."
Meski begitu Sadiki telah tampil luar biasa untuk tim Sunderland yang melampaui semua ekspektasi setelah promosi ke Premier League dan kini berada di posisi kedelapan klasemen.
Ia telah absen dalam empat pertandingan berturut turut yang semuanya berakhir imbang sejak meninggalkan Piala Bangsa Bangsa setelah kemenangan derby 1-0 melawan Newcastle United pada 14 Desember.
"Pertandingan pertama cukup sulit bagi saya tapi saya beradaptasi dengan baik menurut saya dan saya selalu berusaha menjadi versi terbaik diri saya untuk membantu tim" katanya tentang proses penyesuaian di Stadium of Light setelah transfer Juli dari juara Belgia Union Saint-Gilloise dengan nilai dilaporkan £15 juta ($20.3m).
Harapan Piala Dunia
"Saya juga mendapat banyak bantuan di sana jadi saya sangat bersyukur atas apa yang telah terjadi."
Sadiki merupakan penilai yang keras terhadap penampilan dirinya sejauh ini di Maroko di mana DR Kongo lolos ke babak 16 besar dengan kemenangan atas Benin dan Botswana serta hasil imbang melawan Senegal.
"Piala Afrika saya secara pribadi sejauh ini campur aduk pertandingan pertama saya cukup baik pertandingan kedua saya biasa saja dan kemudian saya tidak banyak bermain di laga ketiga tapi sekarang lah kompetisi sesungguhnya dimulai jadi menurut saya dari sekarang Anda bisa benar benar menilai turnamen saya."
Ia tetap tertawa menanggapi pertanyaan dari seorang wartawan yang menyiratkan bahwa ia menghindari bola selama pertandingan sebelum menunjukkan ambisi besar untuk sisa turnamen.
"Anda selalu ingin memenangkan kompetisi saat terlibat di dalamnya" katanya sadar bahwa perjalanan DR Kongo ke semi final di Piala Afrika terakhir pada 2024 adalah pencapaian terjauh mereka sejak terakhir kali juara sebagai Zaire pada 1974.
Itu juga terakhir kali mereka tampil di Piala Dunia tapi kemenangan di playoff Maret akan membawa mereka lolos ke final tahun ini di Amerika Utara.
"Menurut saya jika kami menang sekarang itu akan menjadi hadiah besar bagi para pemain yang sudah lama berada di sini" ujarnya.
"Kami penuh percaya diri karena kami tahu kemampuan kami."