Roma Raih Keunggulan Derby atas Lazio dalam Duel Sengit
Debut Furlanetto bersama Lazio di Derby della Capitale memang sudah berat sejak awal ketika ia terpaksa menahan bola sundulan Nuno Tavares yang tidak sengaja mengarahkan tendangan bebas Niccolo Pisilli ke gawang sendiri sembilan menit setelah kick off.
Serangan susulan berupa beberapa kali tendangan pojok Roma berujung dengan Furlanetto menangkap tembakan Wesley Franca yang berbelok. Tekanan itu sempat mereda ketika Lazio membangun serangan terkoordinasi di pertengahan babak pertama namun Mile Svilar mampu menggagalkan upaya melengkung rendah dari Matteo Cancellieri.
Boulaye Dia sempat mencetak gol untuk tim tamu pada menit ke 29 namun dibatalkan karena offside jelas setelah beberapa kali upaya.
Biancocelesti terus menekan dengan Dia memberikan bola kepada Tijjani Noslin yang menyepak melebar namun Roma justru memimpin lewat situasi bola mati.
Lima menit menjelang turun minum Pisilli mengirimkan tendangan pojok melengkung ke dalam yang disambut tegas Gianluca Mancini dengan kepala tanpa memberi kesempatan bagi Furlanetto.
Meski tak ada lagi laga Eropa musim depan hak membanggakan diri menjadi motivasi Lazio di babak kedua dan Noslin bersama Cancellieri menghasilkan tembakan serupa dengan apa yang mereka ciptakan sebelum jeda.
Baru setelah satu jam berlalu Roma nyaris menambah keunggulan melalui tendangan voli spektakuler Donyell Malen yang ditepis kiper kemudian Furlanetto kembali menyelamatkan tendangan bebas Paulo Dybala dengan mengarahkannya ke atas mistar.
Dybala mengeksekusi tendangan pojok tersebut dan meski dari pemain berbeda hasil akhir tetap sama ketika Mancini kembali unggul tinggi dan menyundul bola masuk jala Lazio.
Dengan lebih dari dua puluh menit tersisa emosi memuncak usai benturan antara Mancini dan Daniel Maldini hingga beberapa keributan terjadi.
Setelah situasi reda wasit Fabio Maresca mengeluarkan kartu merah untuk Franca serta Nicolo Rovella sehingga kedua tim bermain dengan sepuluh pemain.
Artem Dovbyk hanya butuh hitungan detik setelah masuk untuk membentur tiang yang menjadi peluang nyata terakhir saat Roma menutup laga dengan nyaman. Kemenangan ini membuat Gian Piero Gasperini menjadi pelatih Giallorossi kedua dalam lima puluh tahun yang sukses di dua derby Roma pertamanya sementara tim Maurizio Sarri kehilangan dua laga liga beruntun untuk kedua kalinya musim ini.