Roberto De Zerbi Berharap Spurs Mainkan Gaya Sepak Bola Menyerang Demi Kelangsungan di Premier League
Usai ditunjuk sebagai pelatih ketiga Spurs musim ini, mantan arsitek Brighton dan Hove Albion itu punya tujuh pertandingan untuk membawa tim dari London Utara lolos dari ancaman degradasi, dan ia sadar betul akan tekanan tugasnya.
Spurs belum meraih kemenangan di ajang Premier League sepanjang 2026, sementara mereka hanya mencetak 40 gol liga musim ini dengan selisih gol negatif (-10).
"Saya tak punya waktu untuk prinsip atau pembangunan bertahap, saya ingin berikan organisasi saat menguasai bola maupun tanpa bola," ujar De Zerbi kepada wartawan jelang laga perdananya sebagai pelatih, menghadapi Sunderland di kandang lawan pada Minggu.
"Yang saya inginkan dan capai adalah karakter. Semangat yang tepat, keberanian bermain dan menyerang. DNA klub dan skuad ini adalah mencari gol, mencetaknya. Di bagian ini, saya bisa terapkan prinsip saya."
Pelatih asal Italia itu berjanji bertahan musim depan tak peduli hasil, menyebut peran ini tantangan terbesar karirnya setelah menandatangani kontrak jangka panjang.
Spurs terjun bebas di klasemen, terlebih dulu di bawah Thomas Frank lalu pelatih sementara Igor Tudor, hingga kini berada di posisi ke-17 hanya satu poin di atas zona degradasi.
"Saya yakin bisa pertahankan (Spurs) di Premier League, hal itu harus jelas bagi semua orang, sebab saya ingin bekerja di Premier League. Saya rasa saya pantas bekerja di sana," kata De Zerbi.
"Setiap saat, jika saya tanda tangan kontrak di April, saya harus siap bertahan apa pun hasilnya musim depan. Saya ingin tetap fokus pada Sunderland dan enam laga lainnya. Tapi ide saya sangat jelas."
Namun, ia mendapat kabar buruk saat penyerang Mohammed Kudus alami kemunduran pemulihan cedera paha, membuat pemain internasional Ghana itu berisiko absen di Piala Dunia.
"Saya mulai dengan nasib kurang baik. Kudus, di pikiran saya, adalah pemain kunci. Tapi kita harus tetap maju. Kita punya banyak penyerang hebat dan harus bantu mereka tunjukkan kemampuan," tambah De Zerbi.
"(Randal) Kolo Muani memang tak tampil gemilang musim ini tapi dia pemain bagus. Mathys Tel, saya inginkan dia di (Olympique de) Marseille. Xavi Simons adalah bakat besar. Richarlison dan (Dominic) Solanke, kalian tahu lebih baik daripada saya. Kita harus ciptakan kondisi terbaik bagi mereka."