Real Madrid Tersingkir Dramatis dari Copa del Rey oleh Albacete di Debut Arbeloa sebagai Pelatih
Real Madrid mengalami kekalahan mengejutkan 3-2 di babak 16 besar Copa del Rey pada hari Rabu, di mana debut Alvaro Arbeloa sebagai pelatih berakhir dengan malu melawan tim dari kasta kedua.
Ditunjuk pada Senin untuk menggantikan Xabi Alonso, Arbeloa dan timnya tersingkir berkat gol kemenangan Jefte Betancor di menit akhir di stadion Carlos Belmonte.
Tanpa bintang asal Prancis Kylian Mbappe dan beberapa pemain kunci lainnya, skuad Arbeloa kesulitan menghadapi tim yang saat ini berada di peringkat 17 divisi kedua Spanyol.
Albacete unggul lebih dulu lewat gol Javi Villar, tapi Franco Mastantuono menyamakan kedudukan tepat sebelum turun minum.
Jefte membawa tuan rumah kembali memimpin pada menit ke-82, dan kemudian mencetak gol penentu setelah Gonzalo Garcia menyamakan skor pada menit ke-91 yang sempat membuat juara Eropa 15 kali itu terlihat menuju perpanjangan waktu.
"Di klub ini, hasil imbang saja sudah buruk, apalagi kekalahan seperti ini, sangat menyakitkan," kata Arbeloa kepada wartawan.
"Saya yakin semua pendukung kami merasakan hal yang sama. Terlebih lagi ketika ini terjadi melawan tim dari divisi lebih rendah, meski kami tahu betul betapa sulitnya setiap lawan di sini.
"Jika ada yang bertanggung jawab atas hasil ini, jelas itu saya, yang memutuskan susunan pemain, strategi permainan, dan pergantian pemain.
"
Saya hanya bisa berterima kasih kepada para pemain atas sambutan hangat mereka terhadap saya, serta usaha keras yang mereka tunjukkan hari ini."
Setelah Madrid kalah di final Supercopa Spanyol pada Minggu melawan Barcelona, presiden Florentino Perez mengganti Alonso dengan pelatih tim cadangan Arbeloa.
Pria asal Spanyol itu memilih dua pemain dari tim cadangan yang dipimpinnya hingga Senin, yaitu gelandang bertahan Jorge Cestero dan bek kanan David Jimenez.
Selain Mbappe, ia juga meninggalkan pemain seperti kiper Thibaut Courtois dan Jude Bellingham untuk istirahat menjelang kembalinya ke La Liga pada Sabtu melawan Levante.
"Saya akan melakukan hal yang sama lagi, saya membawa tim yang mampu menang," ujar Arbeloa.
Babak pertama mayoritas berlangsung di bawah kabut tebal, bukan hanya suasana hati Madrid yang suram tapi juga kabut pekat yang datang beberapa menit setelah kick-off.
Vinicius Junior melepaskan tembakan keras dari jarak jauh yang melambung tinggi, saat kedua tim belum menciptakan peluang jelas hingga menjelang turun minum ketika tuan rumah mencetak gol kejutan.
Villar lolos dari pengawalan Mastantuono saat tendangan sudut dan menyundul bola untuk membawa Albacete unggul pada menit ke-42.
Skuad Arbeloa menyamakan kedudukan sebelum istirahat, juga memanfaatkan tendangan sudut, dengan Mastantuono mencetak gol dari jarak dekat.
Dua Gol Jefte
Albacete membuat Madrid frustrasi setelah restart, lalu meledak dalam serangan untuk kembali unggul.
Andriy Lunin menepis usaha Riki, tapi tak lama kemudian Jefte membawa tim Alberto Gonzalez memimpin lagi.
Bola sapuan Gonzalo Garcia jatuh ke kaki penyerang itu di kotak penalti, dan ia menendangnya ke bawah sehingga bola memantul tinggi dan melewati Lunin.
Pemain muda Madrid itu menebus kesalahannya dengan sundulan akurat pada menit tambahan untuk menyamakan kedudukan.
Namun, ada plot twist di akhir saat Jefte menghasilkan penyelesaian indah dengan umpan lambung melewati Lunin untuk merebut kemenangan telat yang bersejarah bagi Albacete, kemenangan pertama mereka atas Real Madrid.
"Saya tidak takut gagal, saya paham jika seseorang menyebut kekalahan ini sebagai kegagalan," tambah Arbeloa.
"Kegagalan adalah bagian dari jalan menuju kesuksesan, bagi saya keduanya tidak bertolak belakang."
Kapten Madrid Dani Carvajal, yang masuk sebagai pengganti dan gagal menghentikan gol Jefte, mengatakan para pemain akan bekerja keras untuk membalikkan slump klub.
"Kami sedang tidak dalam performa terbaik, kami harus bekerja keras, semua harus memberikan lebih banyak, itu kenyataan," kata Carvajal kepada wartawan.
"Kami minta maaf kepada para fans. Kami tidak mencapai standar klub ini, saya yang pertama, dan kami akan memberikan segalanya di laga dan bulan mendatang untuk membalikkan keadaan."
Di laga lain, Real Betis mengalahkan Elche 2-1 dan Alaves menang 2-0 atas Rayo Vallecano untuk lolos ke perempat final.
Juara bertahan Barcelona akan bertandang ke Racing Santander, pemuncak divisi kedua, pada Kamis.