Real Madrid Pertahankan Tekanan pada Barcelona lewat Kemenangan Tipis atas Valencia
Gol dari Alvaro Carreras dan Kylian Mbappe membawa Real Madrid meraih kemenangan sengit 2-0 atas Valencia pada Minggu untuk memangkas jarak dengan pemuncak La Liga Barcelona menjadi satu poin saja.
Setelah juara Spanyol mengalahkan Mallorca pada Sabtu, tim asuhan Alvaro Arbeloa berhasil meraih kemenangan mepet di Mestalla guna terus memberi tekanan pada rival abadinya.
Tanpa penyerang yang disanksi Vinicius Junior dan gelandang yang cedera Jude Bellingham, Los Blancos tampil kurang ciamik namun cukup untuk meraup tiga poin di pantai timur Spanyol.
Pemain internasional Inggris Trent Alexander-Arnold kembali bermain usai cedera sebagai pemain pengganti di babak kedua kemenangan Madrid.
Skuad Arbeloa lebih unggul dalam peluang di babak pertama tapi gagal menciptakan ancaman secara konsisten dalam pertandingan yang keras ini.
Tembakan Arda Guler membentur dan nyaris melebar, sementara kiper Valencia Stole Dimitrievski menyelamatkan dengan kakinya dari tendangan keras Mbappe.
Bek kanan Madrid David Jimenez, dari akademi klub, nyaris mencetak gol usai disiapkan oleh bintang Prancis Mbappe, tapi kiper asal Makedonia itu kembali menghalanginya.
Di pertengahan babak kedua, Carreras menciptakan gol dari ketiadaan untuk membuka keunggulan bagi Madrid.
Dari sisi kiri kotak penalti, bek itu memakai kaki kanannya yang kurang kuat untuk menyentuh bola ke tiang dekat Dimitrievski.
Valencia hampir menyamakan kedudukan tapi usaha Lucas Beltran yang memanjang mengalahkan Thibaut Courtois dan hanya menyentuh tiang gawang.
Arbeloa memasukkan Alexander-Arnold untuk penampilan pertamanya sejak awal Desember akibat cedera paha, saat Madrid berupaya mengunci pertandingan.
Mereka akhirnya mengamankan tiga poin di masa tambahan saat Brahim Diaz menyediakan bola untuk Mbappe pencetak gol terbanyak La Liga, yang menyelesaikannya dengan tenang untuk gol ke-23 di kompetisi musim ini.
Penggemar Valencia, sebagian di antaranya melambaikan saputangan putih selama pertandingan sebagai protes terhadap kondisi klub, meninggalkan stadion dengan Los Che berada di posisi ke-17, satu poin di atas zona degradasi.