Real Madrid dan UEFA Capai Kesepakatan soal Sengketa Super League

Real Madrid dan UEFA Capai Kesepakatan soal Sengketa Super League

Drama Super Liga Eropa mulai mereda saat Real Madrid sebagai klub terakhir yang terlibat dalam proyek pemisahan gagal tersebut bersama UEFA mengumumkan pada hari Rabu kesepakatan untuk menyelesaikan perselisihan hukum mereka.

Raksasa Spanyol Real Madrid yang presidennya Florentino Perez terus mendorong gagasan Super League beserta promotor A22 Sports Management menuntut ganti rugi 4 miliar dolar dari badan pengatur sepak bola Eropa UEFA setelah proyek itu runtuh.

"UEFA badan Klub Sepak Bola Eropa (EFC sebagai satu-satunya lembaga independen yang mewakili klub sepak bola di Eropa) dan Real Madrid CF mencapai kesepakatan demi kemajuan sepak bola klub Eropa" demikian bunyi pernyataan yang diterbitkan oleh Real Madrid dan UEFA.

"Kesepakatan prinsip ini juga akan menyelesaikan sengketa hukum mereka terkait Super League Eropa setelah prinsip tersebut dilaksanakan dan diterapkan."

Dalam pernyataan tersebut Real Madrid dan UEFA menyatakan kesepakatan mereka meliputi "penghormatan terhadap prinsip prestasi olahraga dengan penekanan pada keberlanjutan klub jangka panjang" serta "peningkatan pengalaman penggemar melalui pemanfaatan teknologi".

Minggu lalu juara Spanyol Barcelona mengonfirmasi penarikan diri mereka dari Super League yang diluncurkan oleh 12 klub pada 2021 tetapi segera ambruk di bawah tekanan besar dari penggemar dan lembaga terkait.

Segera setelah proyek Super League semi tertutup itu diumumkan enam klub Inggris yang terlibat yaitu Manchester City Arsenal Liverpool Manchester United Tottenham dan Chelsea semuanya mundur.

Empat klub lain Atletico Madrid Inter Milan AC Milan dan Juventus menyusul dengan mundur pada 2024 sehingga hanya Barca dan Real Madrid yang tersisa.

Setelah pengadilan Spanyol memutuskan bahwa penolakan dari badan pengatur sepak bola dunia dan Eropa yaitu FIFA dan UEFA "mencegah persaingan bebas" Madrid dan A22 merencanakan tindakan hukum terhadap UEFA.

Seorang sumber yang dekat dengan urusan itu menyatakan bahwa pengumuman hari Rabu merupakan "kesepakatan bersejarah" dan awal "masa damai" yang akan menguntungkan semua pihak.

Pada 2022 UEFA memutuskan memperluas Liga Champions menjadi 36 tim dan memperkenalkan fase liga dengan mengelompokkan semua tim dalam satu tabel serta menambah jumlah pertandingan dari enam menjadi delapan untuk musim 2024/25 ke depan.