Raja Tendangan Akrobatik El Kaabi Jadi Pahlawan Baru AFCON Bagi Tuan Rumah Maroko

Raja Tendangan Akrobatik El Kaabi Jadi Pahlawan Baru AFCON Bagi Tuan Rumah Maroko

Dengan kapten Achraf Hakimi yang hampir tidak bermain selama babak grup Piala Afrika karena sedang pulih dari cedera, Ayoub El Kaabi muncul sebagai pahlawan turnamen sejauh ini bagi negara tuan rumah.

Sementara Hakimi, pemain sepak bola Afrika terbaik tahun ini, hanya tampil sekali sebagai pemain pengganti hingga kini, El Kaabi masuk dari bangku cadangan untuk mengunci kemenangan 2-0 Maroko atas Komoros di laga pembuka dengan tendangan akrobatik yang menakjubkan.

Momen ajaib itu membuat sang pemain berusia 32 tahun mendapat tempat di skuad utama untuk pertandingan berikutnya, yaitu hasil imbang 1-1 melawan Mali.

Meski El Kaabi gagal mengulangi aksi heroiknya dalam mencetak gol pada kesempatan yang lebih mengecewakan bagi tim Maroko yang penuh harapan, ia kembali beraksi pada kemenangan 3-0 atas Zambia pada Senin yang memungkinkan Atlas Lions mengamankan posisi pertama di Grup A serta laga 16 besar melawan Tanzania.

Pembunuh Olympiacos itu mencetak gol pembuka dengan sundulan dan kemudian menyempurnakan kemenangan dengan tendangan akrobatik lainnya.

Respons pujian membanjiri kerajaan untuk pemain yang pertama kali masuk tim nasional menjelang Piala Dunia 2018 tapi belum pernah benar-benar menjadi starter tetap.

Video yang Viral

Video yang diunggah secara online menampilkan penggemar yang mengulangi gerakan tendangan akrobatik El Kaabi di situasi tak terduga telah menjadi viral, mencapai jutaan tayangan.

Sementara itu, pertunjukan cahaya di langit atas Casablanca menggunakan drone untuk mereka ulang El Kaabi mencetak gol secara akrobatik.

Video online lain yang banyak ditonton adalah kompilasi semua gol yang dicetak El Kaabi dengan cara itu, karena tendangan akrobatik telah lama menjadi spesialitasnya.

Ia mencetak empat gol seperti itu selama musim 2020/21 yang menjadi terobosan bersama raksasa Maroko Wydad Casablanca dan sudah pernah melakukannya beberapa kali untuk timnas sebelum AFCON, termasuk secara spektakuler melawan Benin pada Juni tahun lalu.

"Yang terpenting adalah mencetak gol. Tak peduli siapa yang mencetak atau bagaimana caranya," kata El Kaabi dengan rendah hati setelah laga melawan Zambia.

Dari Tukang Kayu Menuju Penjaga Gawang

Kisah El Kaabi bermula di jalanan Casablanca, di mana ia mulai bermain sepak bola di lingkungan kumuh dan bekerja sebagai tukang kayu.

"Saya besar di permukiman kumuh di Derb Mila, lingkungan yang dikenal semua orang," ujar sang penyerang dalam wawancara dengan UEFA.com pada 2024.

"Kami berada dalam situasi keuangan yang sulit. Saya bisa sekolah dan belajar, dan di musim panas saya bekerja untuk membantu keluarga.

"Saya membantu ayah saya yang bekerja di konstruksi. Pekerjaan yang saya lakukan saat itu membuat saya menjadi pria sejati."

Mengenai pekerjaan sebagai tukang kayu, ia menambahkan: "Itu pekerjaan hebat yang melibatkan seni dan kreativitas."

El Kaabi akhirnya menandatangani kontrak profesional pertamanya dengan Racing Casablanca pada 2014, di usia 21 tahun.

Setelah satu musim mengesankan di divisi kedua Maroko, ia pindah ke liga utama bersama Renaissance Berkane dan kemudian sempat bermain di China.

Kemudian ia kembali ke tanah air untuk bergabung dengan Wydad sebelum periode produktif di Turki bersama Hatayspor berakhir akibat gempa bumi dahsyat pada awal 2023.

Masa singkat di Qatar menyusul itu, tapi transfer yang benar-benar mengangkatnya ke level berikutnya adalah ketika bergabung dengan raksasa Yunani Olympiacos.

El Kaabi telah mencetak 75 gol dalam dua setengah tahun di sana, termasuk gol kemenangan melawan Fiorentina di final UEFA Conference League pada Mei 2024, sundulan rendah bukan tendangan akrobatik.

Sementara El Kaabi pertama kali menonjol di level internasional dengan menjadi pencetak gol terbanyak saat Maroko memenangkan Kejuaraan Bangsa-Bangsa Afrika 2018, turnamen untuk pemain berbasis lokal.

Ia bermain di Piala Dunia 2018 di Rusia dan kemudian memimpin timnya meraih kemenangan Kejuaraan Bangsa-Bangsa Afrika lagi pada 2021.

El Kaabi juga tampil di Piala Bangsa-Bangsa 2022 dan 2024 tapi belum pernah mencetak gol di turnamen itu hingga edisi kali ini.

Setelah melampaui Soufiane Rahimi dan Youssef En-Nesyri dalam urutan prioritas, ia berharap bisa membawa tuan rumah meraih kemenangan atas underdog Tanzania di Rabat pada Minggu.