Petinggi Sepak Bola Korea Selatan Berunding untuk Hindari Boikot Piala Asia Putri
Para petinggi sepak bola Korea Selatan pada hari Senin menyatakan bahwa mereka sedang melakukan pembicaraan dengan para pemain guna mencegah boikot terhadap Piala Asia Putri yang akan digelar bulan depan, serta mengharapkan tim nasional tetap menjalani latihan turnamen sesuai rencana.
Tim putri negara tersebut tahun lalu mengeluhkan kondisi buruk dan perlakuan diskriminatif dari Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) dibandingkan dengan tim pria mereka.
Pernyataan tim pada September yang dipublikasikan pada Januari menyebutkan bahwa para pemain harus menempuh perjalanan panjang yang melelahkan dengan bus dan penerbangan kelas ekonomi, serta terpaksa menginap di akomodasi tidak layak yang jauh dari lokasi latihan.
Seorang pejabat KFA mengatakan kepada AFP, Kami terus berunding dengan para pemain untuk menyelesaikan masalah ini dan berencana melanjutkan jadwal latihan kami.
Lembaga pengelola tersebut akan memanggil para pemain untuk kamp latihan pra-turnamen pada pertengahan Februari, tambahnya.
Para pemain mengeluhkan bahwa mereka harus membayar sendiri biaya transfer bandara dan perlengkapan latihan.
Pernyataan para pemain menyatakan bahwa mereka akan menangguhkan partisipasi dalam semua latihan terkait Piala Asia Putri AFC 2026 mendatang dan menolak bertanding jika KFA tidak merespons hingga 17 Oktober.
Pernyataan itu juga menambahkan adanya perbedaan yang jelas dan tak terbantahkan dari kondisi yang diterima tim nasional pria.
Dokumen internal KFA yang dilihat AFP menunjukkan bahwa kurang dari 10 persen dari anggaran tahunan tim nasional sebesar US$1.3 juta dialokasikan untuk tim putri pada 2025.
Piala Asia Putri dengan 12 tim akan digelar di Australia dari 1 hingga 21 Maret.
Korea Selatan tergabung dalam grup babak pertama bersama tuan rumah, Iran, dan Filipina.
Gelandang Ji So-yun yang bermain delapan tahun di klub Inggris Chelsea baru-baru ini mengatakan, Rasanya para pemain tidak diperlakukan sebagaimana layaknya anggota tim nasional.
Dengan hati yang berat saya yakin tindakan diperlukan untuk membawa perubahan, tambahnya dalam komentar yang dilaporkan oleh kantor berita Yonhap.