Pep Guardiola kecewa atas penyelesaian buruk Manchester City dalam hasil imbang kontra Sunderland

Pep Guardiola kecewa atas penyelesaian buruk Manchester City dalam hasil imbang kontra Sunderland

Pep Guardiola mengakui bahwa Manchester City membayar mahal atas penyelesaian buruk mereka dalam hasil imbang 0-0 melawan Sunderland yang memberikan pukulan besar bagi peluang juara mereka pada hari Kamis.

Skuad Guardiola menampilkan permainan yang tersendat-sendat dengan beberapa peluang yang terbuang sia-sia sehingga membiarkan Arsenal mengambil alih kendali perebutan gelar Premier League.

Savinho dan Josko Gvardiol paling patut disalahkan dengan kegagalan krusial di babak kedua setelah City akhirnya menemukan ritme menghadapi performa gigih Sunderland.

City yang berada di posisi kedua kini tertinggal empat poin dari pemuncak klasemen Arsenal padahal kemenangan akan memangkas jarak menjadi dua poin di titik tengah perjuangan gelar.

"Jumlah peluang yang kami sia-siakan di kotak penalti enam yard itu peluang mudah kami tak bisa ubah menjadi gol" kata Guardiola.

"Kami menciptakan cukup banyak peluang. Di babak pertama kami tak lakukan apa yang dibahas tapi di babak kedua kami bermain bagus. Komitmen hasrat babak pertama berbeda.

"Dua peluang Savinho di babak kedua Jeremy (Doku) Josko (Gvardiol) Phil (Foden) dan Erling (Haaland). Kami punya banyak tapi sayangnya tak bisa kami lakukan."

Akhir dari rentetan delapan kemenangan City di semua kompetisi menjadi kemunduran besar bagi harapan gelar mereka.

City menjadi tim terbaru yang kesulitan menaklukkan Sunderland di Stadium of Light di mana mereka tak terkalahkan dalam 10 laga liga sejak promosi dari Championship musim lalu.

Guardiola mengakui hasil itu membuat para pemainnya merasa down dan dia mendesak mereka bangkit saat Chelsea yang memutuskan hubungan dengan pelatih Enzo Maresca pada hari Kamis bertandang ke Etihad Stadium pada hari Minggu.

"Sunderland sangat fisik. Mereka kuat jadi tak mengejutkan. Kami ambil poin itu. Hasil selalu seperti adanya" katanya.

"Mereka agak lesu tapi kami harus optimis karena dalam tiga hari kami punya pertandingan sulit lawan Chelsea."

City jauh lebih baik saat Rodri masuk sebagai pengganti di babak kedua.

Gelandang Spanyol yang sering cedera itu bermain untuk pertama kalinya sejak awal November ketika dia tampil satu menit lawan Bournemouth.

Menjaga Rodri tetap fit untuk bermain secara rutin akan sangat penting bagi City jika mereka ingin mengejar Arsenal.

Mengakui dampak Rodri Guardiola berkata: "Di babak pertama kami kesulitan hadapi tekanan mereka tapi di babak kedua Rodri beri umpan kedua untuk pecah garis dan kami bisa lari."