Pengganti Super Stuani Selamatkan Imbang Dramatis bagi Girona yang Berjuang Hindari Degradasi Saat Hadapi Rayo Vallecano

Pengganti Super Stuani Selamatkan Imbang Dramatis bagi Girona yang Berjuang Hindari Degradasi Saat Hadapi Rayo Vallecano

Setelah lolos ke final Eropa pertama mereka minggu lalu, semangat Rayo sedang tinggi seperti langit cerah di ibu kota Spanyol, dan tim asuhan Inigo Perez jelas tidak menyia nyiakan momentum itu, saat mereka berusaha menambah tekanan pada tamu yang terancam degradasi.

Meski tidak akan bermain di final Liga Konferensi UEFA melawan Crystal Palace akhir bulan ini, Fran Perez tetap bertekad tampil maksimal, menunjukkan niatnya sebagai bintang serang tuan rumah dalam 15 menit pertama pertandingan di Estadio de Vallecas.

Tren itu berlanjut selama 15 menit berikutnya, saat Perez yang tampak penuh energi melepaskan tembakan melenceng tipis dari gawang, sebelum umpan berbahaya lain dari pemain Spanyol itu disundul Sergio Camello. Namun, rekan senegaranya itu sedikit meleset dalam sundulannya.

Namun demikian, Girona hampir memecah kebuntuan dengan peluang gol pertama mereka, ketika Viktor Tsygankov menembak ke pelukan Augusto Batalla setelah menit ke-38.

Masih ada waktu untuk usaha Camello di menit ke-45, yang memaksa Paulo Gazzaniga melakukan penyelamatan satu tangan yang luar biasa, menjaga pertandingan tetap tanpa gol saat turun minum.

Setelah kebobolan 14 gol terbanyak di liga selama 15 menit pertama babak kedua musim ini, Girona memilih serangan sebagai pertahanan terbaik mereka.

Akan tetapi, awalnya tidak berhasil dengan baik karena Tsygankov memukul bola bola voli ke tribun saat setidaknya dia harus mengarahkannya ke gawang.

Terlepas dari itu, rencana Michel untuk timnya tampak sempurna saat wasit Guillermo Cuadra Fernández menunjuk titik penalti setelah menit ke-56 karena Pathé Ciss tampak memegang bola dari umpan Alex Moreno.

Sayangnya, Moreno dan tim tamu kecewa berat, karena wasit membatalkan keputusannya setelah mengecek ulang monitor di pinggir lapangan.

Butuh waktu, tapi Rayo kembali menyerang setelah menit ke-76 saat tendangan bebas keras Florian Lejeune ditepis pintar Gazzaniga di tiang dekat.

Namun, kiper mantan Tottenham itu tak bisa berbuat banyak untuk menghentikan tuan rumah merayakan gol pembuka pertandingan setelah menit ke-86, saat Alemao secara insting menyodok bola tembakan rekannya ke gawang. Pada akhirnya, ini kisah dua pengganti, karena Cristhian Stuani menyundul umpan Tsygankov empat menit kemudian, membuat bangku tim tamu heboh berpesta.

Gol penyama Girona di akhir laga membuat Rayo gagal melompati Real Sociedad ke posisi kualifikasi Liga Europa UEFA meski kemenangan di final Liga Konferensi UEFA atas Crystal Palace akan membuat hasil sisa pertandingan liga mereka tak berarti.

Sementara itu, keberadaan Girona di LaLiga selama tiga musim terakhir masih belum pasti, dengan Blanquivermells hanya unggul dua poin dari zona degradasi dengan tinggal 180 menit aksi liga yang tersisa.