Penalti Akhir Havertz Selamatkan Arsenal Raih Hasil Imbang di Leverkusen

Penalti Akhir Havertz Selamatkan Arsenal Raih Hasil Imbang di Leverkusen

Kai Havertz mencetak penalti pada menit ke-89 untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1 bagi Arsenal saat bertandang ke markas Bayer Leverkusen pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions Rabu malam.

Arsenal yang meraih kemenangan di semua delapan pertandingan fase liga terpaksa tertinggal setelah tendangan sudut sederhana dari Leverkusen dimanfaatkan Robert Andrich yang menyundul bola tepat setelah babak kedua dimulai.

Namun di menit akhir laga pemain pengganti Havertz maju untuk mengeksekusi penalti melawan mantan klubnya setelah Noni Madueke dilanggar di dalam kotak penalti.

Pemuncak klasemen Liga Premier itu tampil kurang lancar dan para spesialis tendangan mati mereka tidak efektif meski mendapat beberapa peluang bebas berbahaya tetapi kini hanya perlu menang di kandang pekan depan untuk lolos ke perempat final selama tiga musim berturut-turut.

Dengan skuad muda yang masih menyatu pasca perombakan musim panas Leverkusen tampil inkonsisten musim ini tetapi menunjukkan cukup potensi untuk mengancam Arsenal di Emirates pekan depan.

Kedua tim tampil hati-hati di babak pertama dengan Leverkusen waspada terhadap kekuatan serang Arsenal sementara The Gunners lebih menghindari risiko dari biasanya mengingat leg kedua di kandang pekan depan.

Arsenal mendapat dua tendangan bebas dekat kotak penalti tuan rumah dalam empat menit awal tetapi keduanya tidak membuahkan hasil.

Leverkusen berbahaya saat serangan balik terutama melalui penyerang remaja Christian Kofane. Peluang terbaik di awal laga jatuh ke Gabriel Martinelli yang melepaskan tembakan keras mengenai mistar gawang pada menit ke-19.

Leverkusen langsung gaspol setelah babak kedua dan unggul dalam waktu satu menit.

Martin Terrier memaksa kiper David Raya melakukan penyelamatan gemilang dengan ujung jari dari umpan silang Grimaldo setelah Leverkusen langsung menyerang sejak kick-off.

Grimaldo mengambil tendangan sudut berikutnya dan mengirim bola ke Andrich yang berdiri sendirian di tiang jauh sehingga gelandang Jerman itu dengan mudah menyundul bola masuk gawang.

Setelah gol pelatih Leverkusen Kasper Hjulmand yang sempat mempertanyakan legalitas taktik bola mati tim tamu sebelum pertandingan terlibat dalam perdebatan sengit dengan pelatih tendangan mati Arsenal Nicolas Jover.

Tendangan sudut pertama Arsenal terjadi pada menit ke-60 dan disambut sorak sorai besar dari 2.100 suporter tandang.

Arsenal semakin frustrasi tapi mendapat kesempatan setelah pengganti Malik Tillman dinilai melanggar Madueke di dalam kotak penalti.

Havertz yang disambut tepuk tangan hangat saat masuk lapangan dengan tenang menendang bola ke sudut bawah gawang dan merayakannya secara sederhana melawan klub profesional pertamanya.