Pelatih Spurs Frank Sebut Ledakan Emosi Romero Sudah Ditangani Secara Internal
Pelatih Tottenham Hotspur Thomas Frank menyatakan pada hari Kamis bahwa komentar blak blakan Cristian Romero di media sosial soal kebijakan transfer klub telah "ditangani secara internal" karena dia menolak mengonfirmasi apakah kapten Spurs itu menerima sanksi.
Romero menjadi sorotan pada Senin ketika, tak lama setelah jendela transfer ditutup, dia mengungkap di Instagram bahwa dirinya bermain saat sakit dalam hasil imbang 2-2 melawan Manchester City pada Minggu dan menyebutnya "memalukan" karena skuad hanya punya 11 pemain sehat.
Pendapat itu sejalan dengan banyak pendukung Tottenham mengingat minimnya aktivitas transfer klub London utara sejak perekrutan Conor Gallagher pada 14 Januari, terutama karena Spurs kehilangan sembilan pemain akibat cedera sejak awal 2026.
Namun Frank, yang berbicara menjelang kunjungan ke Manchester United pada Sabtu, mengatakan: "Jika ingin tahu maksudnya, tentu harus tanya langsung padanya. Itu cara yang tepat untuk pertanyaan itu."
"Cuti (Romero) adalah sosok yang sangat bersemangat dan penuh gairah sebagai pemain. Dia ingin mengerahkan segalanya di lapangan dan sangat ambisius serta ingin menang setiap saat."
Frank menambahkan: "Kadang saat seperti itu, bisa terjadi ledakan emosi, seperti yang terjadi kali ini. Itu sesuatu yang telah kami tangani dan selesaikan secara internal."
Ditanya apakah Romero didenda atau disiplinkan, dengan bek Spurs itu juga pernah menyuarakan kekecewaannya di media sosial usai kekalahan 3-2 dari Bournemouth pada 7 Januari, Frank menolak menjawab langsung dan malah berkata: "Ada banyak cara untuk menangani hal hal. Cuti telah sangat berkontribusi bagi kami musim ini dan musim musim sebelumnya.
"Saya tidak akan melakukannya (memposting di Instagram). Itulah pesan saya.
"Menurut saya keindahan teks tulis adalah Anda bisa menafsirkan banyak hal darinya dan tak ada yang benar benar tahu tujuannya kecuali Cuti atau orang orang yang telah berbicara dengannya.
"Itu menunjukkan bahwa Cuti sangat bersemangat, dia ingin menang, dia ingin melakukan segala kemungkinan bersama rekan rekan setimnya untuk meraih prestasi besar, tapi lain kali tanya langsung padanya saat bertemu."