Pelatih PSG Luis Enrique Dorong Tim untuk Tingkatkan Performa di 16 Besar Liga Champions
Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, mengakui bahwa timnya masih memiliki banyak ruang untuk berkembang setelah berhasil lolos tipis melewati Monaco di Liga Champions pada hari Rabu, yang membuka jalur ke babak 16 besar melawan Barcelona atau Chelsea.
Kami menghadapi undian tersulit di fase liga dan terbiasa bertanding sengit seperti ini melawan siapa pun, ujar orang Spanyol itu setelah hasil imbang 2-2 pada laga play-off babak gugur antar tim Prancis yang memungkinkan PSG lolos agregat 5-4.
PSG unggul 3-2 dari leg pertama minggu lalu, tetapi Maghnes Akliouche memberi Monaco keunggulan sementara di malam itu di Parc des Princes sehingga agregat menjadi imbang.
Kartu merah bagi Mamadou Coulibaly dari Monaco di awal babak kedua membuka peluang bagi PSG untuk menyamakan skor lewat Marquinhos, kemudian memimpin 2-1 di leg kedua berkat gol Khvicha Kvaratskhelia.
Namun dengan satu pemain lebih sedikit, tim dari kerajaan itu masih mampu mencetak gol lagi melalui Jordan Teze, dan Wout Faes melewatkan peluang emas untuk memaksa perpanjangan waktu.
Tentu saja kami bisa dan ingin berbenah, tapi selalu ada lawan di depan dan kami sadar betapa sulitnya pertandingan ini, kata Luis Enrique.
Pertandingan berikutnya akan lebih mudah, bukan? Chelsea atau Barca, tidak buruk. Tapi jika ada tim yang siap, itu adalah kami.
PSG memimpin Ligue 1 dan masih berpeluang mempertahankan gelar Liga Champions yang mereka raih pertama kali musim lalu.
Mereka juga telah memenangkan UEFA Super Cup, FIFA Intercontinental Cup, dan French Champions Trophy di musim ini, semuanya melalui adu penalti.
Ada perasaan bahwa klub milik Qatar ini masih jauh dari performa apik yang ditunjukkan di paruh kedua musim lalu, saat mereka mendominasi lawan-lawan Eropa menuju kemenangan telak 5-0 atas Inter Milan di final Liga Champions di Munich.
Kami tahu betapa sulitnya dan tidak terkejut dengan Monaco, tambah Luis Enrique.
Kami tunjukkan ketangguhan dan kemampuan mengatasi masalah, tapi kompetisi ini memang berat. Penting untuk terus membaik dan itulah yang akan kami usahakan.
Menangi Semua Kompetisi
Dia juga berharap pemenang Ballon dOr tahun lalu, Ousmane Dembele, bisa kembali fit sepenuhnya, sang pemain berusia 28 tahun mencetak 35 gol musim lalu tapi hanya 11 gol musim ini dan hanya memulai 14 dari 38 pertandingan.
PSG akan mengetahui jalur mereka ke final musim ini di Budapest pada Jumat, selain identitas lawan di babak 16 besar bulan depan.
Mereka mengalahkan Barcelona 2-1 di fase liga pada Oktober dan pernah berhadapan dengan tim Catalan itu di lima laga gugur sejak 2013.
Paris juga bertemu Chelsea di babak gugur selama tiga musim berturut-turut dari 2014 hingga 2016, dan kalah 3-0 dari The Blues di final Club World Cup tahun lalu.
Ditanya bagaimana timnya bisa kembali ke level musim lalu, Luis Enrique menjawab: Terus lakukan hal yang sama.
Kami siap menghadapi lawan mana pun di kompetisi apa pun. Banyak cedera yang kami alami, tapi itu bukan alasan.
Masih tersisa sekitar tiga bulan lagi di musim ini dan kami punya mentalitas yang sama. Tujuan kami adalah menang di setiap kompetisi.
Sementara itu, Monaco kini fokus mencoba lolos ke Eropa lagi musim depan setelah tersingkir di play-off Liga Champions untuk kedua kalinya berturut-turut.
Kami sebenarnya bisa berbuat lebih banyak di musim ini tapi tetap memuaskan, ujar pelatih Monaco, Sebastien Pocognoli, yang timnya berada di posisi kedelapan Ligue 1.
Semoga pengalaman ini membantu kami berkembang lebih cepat di masa depan.