Pelatih Maroko Tegaskan Pentingnya Rendah Hati Hadapi Tanzania di Babak 16 Besar Piala Afrika

Pelatih Maroko Tegaskan Pentingnya Rendah Hati Hadapi Tanzania di Babak 16 Besar Piala Afrika

Pelatih Maroko Walid Regragui memperingatkan timnya agar tetap menjaga kewaspadaan saat tuan rumah menghadapi pertandingan babak 16 besar Piala Negara-negara Afrika pada Minggu melawan Tanzania yang dianggap underdog total sebagai favorit mutlak.

"Kami harus rendah hati. Bagi kami di Maroko, bagi staf pelatih dan para pemain, ini harus menjadi Piala Afrika penuh kerendahan hati," kata Regragui kepada wartawan pada Sabtu menjelang laga di Stadion Prince Moulay Abdellah di ibu kota Rabat.

"Semua orang bilang kalau Maroko tidak juara Piala Afrika itu kegagalan, bahwa kalau kami tidak menang dengan mudah itu juga kegagalan.

"Tugas saya adalah menjaga agar semua tetap sadar diri dan mengingatkan bahwa kami belum juara Piala Afrika selama 50 tahun."

Maroko adalah tim terkuat di Afrika menurut peringkat FIFA di posisi ke-11 dan semifinalis Piala Dunia 2022 ini berada di bawah tekanan besar untuk memanfaatkan keuntungan bermain di kandang guna meraih gelar Piala Negara-negara Afrika untuk pertama kalinya sejak 1976.

Akan menjadi kejutan besar sekali jika mereka gagal mengalahkan tim Tanzania yang berada di peringkat rendah ke-112 dunia.

Tanzania memiliki dua klub terkemuka di Afrika yaitu Simba dan Young Africans yang sama-sama mencapai final Piala Konfederasi CAF dalam beberapa musim terakhir.

Tapi tim nasional mereka baru pertama kali lolos ke babak gugur Piala Afrika di edisi kali ini meskipun belum pernah meraih kemenangan di turnamen tersebut.

"Kami harus menghormati Tanzania karena mereka secara rutin lolos kualifikasi, punya dua klub besar dan sedang membina pemain muda," ujar Regragui.

"Saya selalu ulangi bahwa tidak ada lawan yang mudah. Kami bermain di kandang di depan hampir 68.000 penonton tapi ini laga guguran dan segala kemungkinan bisa terjadi di pertandingan seperti ini."

Tanzania yang akan menjadi tuan rumah bersama Piala Negara-negara Afrika 2027 dengan tetangga Timur Afrika Kenya dan Uganda mencapai babak 16 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik di fase grup.

Mereka kalah tipis dari Nigeria sebelum imbang dengan Uganda dan Tunisia.

"Sungguh indah bisa bermain melawan tuan rumah," kata Miguel Angel Gamondi pelatih Argentina dari Taifa Stars.

"Para pemain tidak butuh motivasi tambahan. Mereka ingin berjuang maksimal untuk negara dan datang ke sini untuk meraih hasil."