Pelatih Kenya Benni McCarthy Tetap Bertekad Capai Target AFCON 2027

Pelatih Kenya Benni McCarthy Tetap Bertekad Capai Target AFCON 2027

Edisi ke-36 akan diselenggarakan bersama oleh Kenya Uganda dan Tanzania dari 19 Juni hingga 18 Juli dan akan menjadi yang pertama kali diadakan oleh tiga negara serta yang pertama dalam lima dekade di wilayah CECAFA sejak Ethiopia menjadi tuan rumah pada 1976.

Sebagai negara tuan rumah Kenya akan bergabung dengan 24 tim yang akan bersaing merebut trofi bergengsi tersebut yang saat ini dipegang Senegal setelah mereka mengalahkan Maroko dalam final kontroversial edisi 2025 di Rabat.

Dengan undian untuk edisi tersebut belum dirilis legenda Afrika Selatan yang menangani Harambee Stars pada edisi 2024 Kejuaraan Bangsa Bangsa Afrika CHAN yang diselenggarakan bersama oleh tiga negara Afrika Timur sebagai latihan pemanasan untuk AFCON 2027 sudah merencanakan kesuksesan Kenya.

Kekhawatiran Terbesar Adalah Keluar dari Fase Grup

McCarthy telah menegaskan dengan jelas bahwa keinginannya adalah melihat Kenya menjalani kampanye sukses dengan target keluar dari fase grup.

“Keluar dari fase grup itu yang paling mengkhawatirkan,” ujar McCarthy kepada iDiski Times.

“Anda tahu Anda tidak ingin menjadi tuan rumah lalu gagal di fase grup. Itu bencana bagi turnamen terutama karena maka penggemar akan enggan datang ke pertandingan karena negara mereka sudah tersingkir.”

McCarthy yang merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa tim nasional Afrika Selatan dengan 31 gol menambahkan: “Tapi jika negara masih bertahan di turnamen maka meskipun Anda tidak punya tiket untuk tim Anda Anda tetap ingin menonton tim lain. Namun jika tim Anda sudah keluar maka saya tidak mau menonton.”

“Jadi bagi saya kesuksesan adalah keluar dari fase grup lalu ambil satu pertandingan demi satu dan lihat seberapa jauh kita bisa mencapai.”

Standar AFCON Maroko Luar Biasa

Sementara mengakui bahwa itu akan menjadi tugas berat bagi Kenya untuk mencapai target McCarthy juga mengenang kembali AFCON yang baru saja usai di Maroko yang katanya telah menaikkan standar tinggi bagi tuan rumah edisi 2027 di Afrika Timur.

“Karena saat Anda menonton AFCON terbaru di Maroko standarnya luar biasa. Kualitas lapangannya juga memungkinkan sepak bola naik ke level lebih tinggi,” tambah McCarthy satu satunya pemain Afrika Selatan yang memenangkan Liga Champions UEFA dengan Porto pada 2004.

McCarthy menyimpulkan: “Jadi ya itu tugas sulit bagi kami. Tapi kami akan lakukan yang terbaik dan pasti targetkan keluar dari fase grup.”

Ini akan menjadi turnamen besar kedua yang dipimpin legenda Afrika Selatan tersebut untuk Kenya sejak ia direkrut pada Maret 2025.

Selama CHAN di bawah McCarthy Kenya tergabung di Grup A bersama Maroko RD Kongo Zambia dan Angola. Kenya mengalahkan Leopards 1-0 sebelum bangkit dari ketinggalan untuk imbang 1-1 melawan Palancas Negras.

Pada hari pertandingan ketiga Kenya berhadapan dengan Atlas Lions dan menang 1-0 sebelum mengalahkan Zambia 1-0 untuk mengakhiri pertandingan grup tanpa kekalahan dan lolos ke babak gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah CHAN mereka.

Di babak 16 besar perjalanan Kenya berakhir setelah kalah 1-0 dari Madagaskar yang kemudian mencapai final dan kalah dari Maroko.

Kenya telah ikut serta dalam AFCON enam kali menjadikan mereka salah satu tim Afrika Timur yang lebih berpengalaman di kompetisi tersebut. Meskipun demikian Kenya belum pernah melewati fase grup dalam satu AFCON pun.