Pelatih China Ingatkan Kesenjangan Jelang Upaya Pertahanan Gelar Piala Asia Putri

Pelatih China Ingatkan Kesenjangan Jelang Upaya Pertahanan Gelar Piala Asia Putri

Pelatih China, Ante Milicic, mengakui bahwa negara itu telah tertinggal jauh dari tim-tim unggulan di sepak bola wanita, saat bangsa Asia ini berusaha menciptakan kejutan dengan meraih gelar benua berturut-turut.

Piala Asia Wanita dimulai pada 1 Maret, dengan Jepang, Korea Utara, dan tuan rumah Australia menjadi calon utama perebutan trofi.

China adalah juara bertahan dan tim paling sukses sepanjang sejarah kompetisi ini, tetapi masa ketika mereka termasuk elit dunia telah berlalu lama.

Hasil sejak mengangkat trofi di India empat tahun lalu sangat mengecewakan.

Mereka tersingkir di babak grup Piala Dunia Wanita 2023 di Australia dan Selandia Baru, gagal lolos ke Olimpiade Paris, serta kalah telak 8-0 dari Inggris pada November.

Milicic asal Australia, yang menjabat sejak Mei 2024, menyebut pemulihan masa kejayaan China sebagai tugas besar.

China berada di peringkat 17 klasemen FIFA, pernah mencapai posisi setinggi empat.

Menjadi pelatih tim nasional di negara besar dengan populasi luas yang penuh semangat adalah tantangan luar biasa, katanya kepada situs Konfederasi Sepak Bola Asia.

Menekankan besarnya tantangan yang dihadapi China di Piala Asia dan seterusnya, pria berusia 51 tahun itu menyatakan, permainan wanita berkembang sangat cepat.

Ada lebih banyak investasi, popularitas meningkat, tingkat permainan naik lebih tinggi. Bagi negara seperti China, mereka harus terus mengejar karena kesenjangan itu nyata.

Sepak bola wanita di Eropa sedang berkembang pesat, yang terlihat jelas dari kekalahan berat China atas Inggris di Wembley.

China dan beberapa negara Asia lainnya perlu fokus membangun pemain untuk tim nasional agar bisa bersaing di level lebih tinggi, ujar mantan pelatih Australia itu.

Perkembangan di Eropa telah mencapai tingkat berbeda sekarang, dan itu jelas bagi siapa saja yang mengikuti sepak bola di wilayah tersebut.

China memulai pertahanan gelar mereka melawan pendatang baru Bangladesh pada 3 Maret.

Di Grup B juga ada Korea Utara dan Uzbekistan.