Pelatih asisten Saltor akui Spurs gagal hadapi beban laga degradasi

Pelatih asisten Saltor akui Spurs gagal hadapi beban laga degradasi

 

Musim Spurs tampak sedang menanjak, dengan hasil imbang sengit melawan Liverpool yang memang sedang buruk pekan lalu diikuti kemenangan berani 3-2 atas Atletico Madrid di Liga Champions pada Rabu malam.

Penggemar berkumpul untuk menyambut bus tim sejak pagi Minggu dan aksi protes terhadap pemilik klub ditunda demi menjaga keharmonisan, namun sorak boo yang sudah biasa tetap menggema usai penampilan memalukan lawan Forest, rival degradasi.

Saltor, yang menggelar konferensi pers karena pelatih kepala Igor Tudor sedang urus urusan pribadi yang disebut sebagai duka keluarga, menyatakan ada alasan optimisme dari dua pertandingan terakhir Spurs dan performa babak pertama mereka.

Tapi penggemar pasti khawatir dengan pengakuannya soal para pemain, yang kini harus berjuang hanya untuk amankan finis ke-17 berturut-turut, tanpa hiburan kemenangan Europa League musim lalu yang bisa meredakan kegagalan domestik.

"Kalian bisa lihat para pemain, mereka peduli dan benar-benar berusaha maksimal, tapi saat ini itu belum cukup dan kita harus minimalkan kesalahan karena kita tahu pasti kebobolan gol," katanya kepada wartawan.

"Menit-menit 44 pertama, saya pikir bagus, sangat bagus ... babak kedua, mungkin kita tak mampu tangani beban pertandingan."

Krisis Spurs Makin Parah

Spurs unggul hingga gol pertama Forest, meski itu membuat kekalahan mereka di babak kedua semakin mengkhawatirkan.

Kekurangan kekuatan di lapangan sebanding dengan kerapuhan hubungan dengan penggemar, yang hanya saksikan dua kemenangan liga kandang musim ini. Banyak yang pulang sebelum peluit akhir, sementara yang bertahan ungkapkan kemarahan.

Kapten Cristian Romero tetap puji para pendukung usai hari yang disebutnya "menyakitkan", bilang Spurs butuh fans untuk "tujuh final" setelah jeda internasional.

Saltor ulangi kata-kata Romero, katanya: "Sekarang, kita semua punya tujuan sama: berjuang sampai akhir musim dan bertahan di Liga Premier seperti yang layak untuk klub ini."

Berdasarkan performa saat ini, status Spurs sebagai tim kasta tertinggi tanpa putus hampir setengah abad dalam bahaya serius.