Paris FC merebut kemenangan mengejutkan di detik akhir lawan rival kota PSG demi menutup musim dengan bangga

Paris FC merebut kemenangan mengejutkan di detik akhir lawan rival kota PSG demi menutup musim dengan bangga

PSG dianugerahi trofi Liga Prancis sebelum pertandingan dimulai setelah mengunci gelar keempat belas divisi utama mereka lewat hasil dua tanpa gol atas RC Lens pada hari Rabu lalu dan pelatih Luis Enrique mengganti lima nama di tim termasuk memberi debut penuh kepada bek berusia sembilan belas tahun Dimitri Lucea.

Tim asuhan Enrique tidak main main dalam derby ini meski begitu Bradley Barcola mencoba tembakan di menit kedua yang berhasil ditahan kiper mantan PSG Kevin Trapp.

Paris FC juga membuka peluang di awal lewat Matvey Safonov yang keluar dari garis untuk menghalau Willem Geubbels lalu menepis tendangan keras Moses Simon sebelum Geubbels melebar setelah Lucea gagal membersihkan bola.

PSG mendapat kejutan di menit kedua puluh tujuh saat Ousmane Dembele digantikan Goncalo Ramos sebagai antisipasi cedera otot dan suporter kini menanti dengan cemas apakah striker Prancis itu fit untuk menghadapi Arsenal di final Liga Champions Eropa pada tanggal tiga puluh Mei.

Di lapangan Paris FC terus mengancam lebih sering daripada tetangga mereka yang tersohor dan Jonathan Ikone melepaskan tendangan melengkung tepat di atas mistar setelah menyusup dari sisi kanan di penghujung babak pertama.

Tuan rumah dihukum karena gagal memanfaatkan peluang ketika Barcola menyelesaikan umpan silang Fabian Ruiz di tiang belakang lima menit sesudah jeda dan membuatnya unggul dari Dembele sebagai pencetak gol terbanyak PSG di Liga Prancis dengan gol ke sebelas musim ini.

Namun juara bertahan tak kunjung menemukan gol kedua yang seharusnya mengunci kemenangan dan Gory mencetak gol penyeimbang yang layak dengan mengalihkan umpan silang Pierre Lees Melou melewati Safonov empat belas menit sebelum bubar dan hanya sembilan menit setelah turun sebagai pemain pengganti untuk mengukir gol keempatnya musim ini.

Joao Neves membuang peluang di atas mistar saat kedua tim berusaha mencari kemenangan namun Gory kembali menjadi penentu saat Ilan Kebbal lolos bersih tiga menit memasuki waktu tambahan dan memberikan bola untuk sang pengganti menyelesaikan ke gawang kosong.

Kemenangan dramatis ini sangat memuaskan bagi pelatih Paris FC Antoine Kombouare yang pernah dipecat PSG pada dua ribu sebelas dengan timnya kini meraih kemenangan beruntun atas rival tersebut setelah sukses di Piala Prancis bulan Januari.

Triumph menit akhir ini menutup musim perdana yang gemilang bagi tuan rumah setelah kembali ke Liga Prancis usai absen empat puluh enam tahun dan finish di posisi kesebelas menjadi prestasi terbaik sepanjang sejarah klub.

Sementara PSG harus segera bangkit menjelang final Liga Champions setelah rentetan delapan laga tak terkalahkan di laga tandang lintas kompetisi berakhir dengan cara yang sangat mengecewakan.