Myles Lewis-Skelly Nyatakan Pekerjaan Belum Selesai Saat Arsenal Kejar Gelar Premier League
Tim Meriam London semakin mendekati gelar juara Inggris pertama kalinya sejak 2004 usai meraih kemenangan 1-0 atas West Ham hari Minggu lalu, meski sempat tegang karena gol imbang tuan rumah di akhir laga dibatalkan setelah pemeriksaan VAR yang memakan waktu lama.
Hasil tersebut menempatkan Arsenal unggul lima poin atas Manchester City di peringkat dua, dengan dua laga tersisa, yakni menjamu Burnley yang telah terdegradasi di kandang dan bertandang ke markas Crystal Palace, sebelum bertemu Paris Saint-Germain di final Liga Champions pada 30 Mei.
"Kami harus tetap rendah hati," ujar bintang remaja Lewis-Skelly, yang kembali masuk starting eleven Arsenal setelah absen panjang sepanjang musim ini.
"(Ruang ganti dipenuhi) sukacita, antusiasme, kepenuhan - apa pun yang bisa diungkapkan," tambahnya. "Kami sedang bergairah, tapi sadar bahwa tugas belum kelar.
"Masih ada dua 'final' domestik lagi (lawan Burnley dan Palace), dan kami harus hadapi satu per satu. Yang berikutnya Burnley, lalu lanjut dari situ.
"Sebagai pemain, dan sebagai penggemar, gampang membayangkan kemungkinan itu. Tapi, krusial untuk tetap fokus saat ini. Kami harus terus waspada."
Lewis-Skelly alami musim penganak baru lalu, tapi kesulitan dapat tempat di skuad utama di bawah pelatih Mikel Arteta hingga diberi kesempatan lawan Fulham awal bulan ini, dan sejak itu ia starter di setiap laga.
"Awalnya berat," akunya.
"Tapi, saya bangga dengan ketangguhan mental saya. Olahraga bukan jalan lurus, ada naik turun. Yang penting bagaimana bangkit dari kesulitan, dan sikap saat hadapi rintangan. Itulah yang membentuk karakter.
"Saya bicara dengan keluarga dan teman. Saya bilang, 'Jangan dengar keriuhan dari media sosial. Biar saya hadapi ini, keluar dari situasi sulit ini'.
"Ia (Arteta) bilang, 'Kamu main di lini tengah, jadi maksimalkan'. Jadi, itulah yang saya lakukan. Harus berani dan main penuh keberanian, karena liga ini menuntutnya," lanjutnya.