Moyes Menyindir Aturan Pemusnah Kegembiraan yang Memberinya Kartu Kuning Usai Gol Penyeimbang Everton di Akhir Laga

Moyes Menyindir Aturan Pemusnah Kegembiraan yang Memberinya Kartu Kuning Usai Gol Penyeimbang Everton di Akhir Laga

Pelatih Everton David Moyes mengecam aturan yang dianggap memusnahkan kegembiraan karena membuatnya mendapat kartu kuning saat berlari ke lapangan untuk merayakan gol penyeimbang Beto di menit akhir pada hasil imbang 1-1 melawan Brighton hari Sabtu.

Moyes tak bisa menahan emosinya di Stadion Amex ketika Beto mencetak gol pada menit ketujuh masa tambahan waktu yang membatalkan keunggulan Pascal Gross pada menit ke-73.

Langkah tergesa gesa sang pria asal Skotlandia itu memaksa wasit Chris Kavanagh menunjukkan kartu kuning kepadanya karena meninggalkan area teknis pelatih di pinggir lapangan.

Invansi ke lapangan yang penuh sukacita dari Moyes mengingatkan pada tarian David Pleat yang masuk ke lapangan Maine Road setelah timnya Luton lolos dari degradasi di kompetisi tertinggi pada hari terakhir musim 1982-83 berkat kemenangan atas Manchester City.

Moyes sempat berpikir untuk menyempurnakan perayaannya yang tak terlupakan dengan geseran lutut.

Dan meskipun pria berusia 62 tahun itu akhirnya memilih untuk tidak melakukannya, ia menegaskan bahwa kartu kuning itu tidak akan meredam semangatnya di masa depan.

"Saya harap kalian tidak akan memanggil saya 'Pleaty' ke depannya," kata Moyes.

"Perbedaannya adalah David Pleat tidak mendapat kartu kuning untuk itu, mereka anggap itu wajar dan semua orang menikmati perayaan tersebut.

"Kita justru merusaknya dengan melarang pelatih keluar dari area teknis untuk merayakan gol, geser lutut, atau melakukan hal hal yang memberikan banyak bahan obrolan bagi orang orang."

Ditanya apakah ia akan melakukannya lagi, Moyes menjawab: "Saya pasti akan melakukannya lagi!

"Sebenarnya, kalau saya lebih lincah sedikit, saya mungkin sudah melakukan geseran lutut. Itu juga hanya akan memberi saya kartu kuning, jadi sebaiknya saya lakukan semuanya."