Montella yang Bertekad Sebut Pemainnya sebagai Pria Sejati Saat Turki Bersiap Hadapi Kosovo di Laga Penentu

Montella yang Bertekad Sebut Pemainnya sebagai Pria Sejati Saat Turki Bersiap Hadapi Kosovo di Laga Penentu

"Saat saya menyampaikan kata-kata ini yang begitu berarti bagi saya dan lahir dari hati saya, pemikiran pertama saya adalah para pemain sepak bola kami itu pria sejati", ujar Montella dalam konferensi pers pada hari Senin.

"Saya mengambil alih sebagai pelatih kepala di tengah masa sulit... Para pemain saya telah mendukung saya. Mereka selalu menjadi kelompok yang pantang menyerah.

"Mereka sadar bahwa bukan hanya nama mereka sendiri yang tertera di punggung jersey. Itu nama jutaan orang Turki dan anak-anak mereka."

Mantan penyerang AS Roma itu menjadi pelatih kepala Turki pada 2023, membantu mereka lolos ke Euro 2024 dan kini berada di ambang membawa negara itu ke Piala Dunia pertama setelah 24 tahun.

"Semua orang merasakan tekanan ini. Ini seperti final. Kami belum ke sana selama 24 tahun, tapi kebanyakan pemain kami bahkan belum lahir saat itu", kata Montella yang berusia 51 tahun.

"Jika kami tak bisa lolos selama 24 tahun, itu bukan salah mereka. Kali ini kami ingin ke sana, kami akan berusaha sekuat tenaga demi negara kami."

Turki akan menghadapi tantangan berat di Pristina karena Kosovo berupaya lolos untuk pertama kalinya setelah mengalahkan Slovakia 4-3 di semifinal minggu lalu.

"Tinggal satu pertandingan lagi untuk capai Piala Dunia. Bukan soal kualitas, tapi siapa yang bermain dengan hati lebih besar yang akan menang. Kami sadar akan itu dan kami siap", kata kapten Turki Hakan Calhanoglu. "Saya ingat pertemuan pertama kami lawan Kosovo, saya ikut bermain waktu itu. Mereka sangat tangguh dan punya pemain bagus."

Montella sudah sangat dihormati di sepak bola Turki karena berhasil membangkitkan nasib tim nasional, dan dia akan menjadi pahlawan jika timnya menang pada hari Selasa.

"Saya bawa di hati saya kenyataan bahwa negara ini memperlakukan saya seperti warganya sendiri. Sejak hari pertama hingga kini, saya merasakan dukungan dari Federasi Sepak Bola Turki (TFF)", katanya.

"Budaya yang membesarkan saya dan budaya yang saya temui di Turki sangat mirip. Saya bisa berpikir seperti orang Turki. Saya makan seperti orang Turki. Saya bertindak seperti orang Turki. Itulah mengapa saya merasa seperti orang Turki."