Mohamed Ouahbi: Maroko Punya Modal Juara Piala Dunia 2026

Mohamed Ouahbi: Maroko Punya Modal Juara Piala Dunia 2026

Meskipun menghadapi babak pertama yang berat di Atlanta, Maroko dua kali mampu membalikkan keadaan untuk mengalahkan Haiti 4-2 dan memastikan tempat di babak gugur.

Maroko tertinggal dua kali sebelum menunjukkan karakter, kualitas, dan kedalaman skuad setelah jeda, yang membuat mereka menyelesaikan fase grup tanpa kekalahan.

Achraf Hakimi dan Ismael Saibari mencetak gol sebelum turun minum untuk membalas dua gol Haiti, lalu pemain pengganti Soufiane Rahimi dan Yassine Gessime mencetak gol di babak kedua untuk melengkapi kebangkitan.

Kemenangan meyakinkan ini membuat Maroko finis di posisi kedua Grup C dengan tujuh poin, sama dengan pemuncak klasemen Brasil yang menghancurkan Skotlandia 3-0 di pertandingan lain.

Target Maroko: Juara Piala Dunia

“Maroko kini berada di level yang berbeda. Kami sedang dalam momentum baru yang mengharuskan kami percaya diri untuk bisa membawa pulang trofi,” ujar Ouahbi kepada wartawan setelah pertandingan.

“Karena itu, target kami haruslah memenangkan Piala Dunia. Untuk meraihnya, kami harus menghormati setiap lawan yang kami hadapi. Saya percaya dengan kerja keras yang kami lakukan.”

Ia melanjutkan: “Bagaimana cara mencapai target itu? Sekali lagi, seperti yang saya katakan sebelumnya, kami harus berkomitmen 100 persen. Saat ini, kami memiliki bahan-bahan terbaik yang dibutuhkan untuk menjadi negara terbaik, dan kami yakin bisa melakukannya. Para pemain percaya, begitu pula staf.”

Ouahbi menambahkan: “Kami sebenarnya mengincar posisi pertama grup, tetapi Haiti tidak memiliki beban dan memainkan transisi yang baik, sehingga pertandingan tidak mudah bagi kami.

“Pertandingan ini mencatatkan statistik yang sangat baik dan banyak peluang, dan saya sangat senang dengan semua pemain. Kami mendominasi sepanjang laga.”

Namun, Ouahbi mengakui Maroko masih perlu memperbaiki beberapa hal jika ingin melangkah jauh di turnamen ini.

Ia mengatakan: “Kami perlu membenahi beberapa hal. Setiap pertandingan, kami mempelajari dan menganalisis semua yang terjadi agar bisa berkembang.”

Maroko Siap Hadapi Siapa Pun

Ditanya apakah ia memiliki preferensi untuk menghadapi Belanda, Jepang, atau Swedia, Ouahbi menyatakan semua tim tersebut hebat dan ia tidak memiliki preferensi.

“Saya tidak punya lawan favorit. Besok kami akan tahu tim yang akan dihadapi, dan kami memiliki tiga kemungkinan berbeda, masing-masing dengan gaya bermain sendiri,” tambah Ouahbi.

“Kami berada di Piala Dunia dan datang dengan ambisi besar. Kami memiliki keinginan dan ambisi, dan kami siap untuk siapa pun.

“Kami harus mempersiapkan diri terlebih dahulu, lalu menganalisis lawan. Kami bahkan sudah menganalisis performa Belanda, Jepang, dan Swedia.”

Mengenai kembali ke Monterrey untuk pertandingan babak 32 besar, Ouahbi mengatakan ia ingat betul saat Maroko bermain melawan Polandia di Piala Dunia 1986 di tempat yang sama.

“Saya ingat Piala Dunia 1986,” katanya. “Maroko memainkan pertandingan pertama melawan Polandia. Saat itu saya berusia 10 tahun, dan tim nasional menjalani turnamen yang luar biasa. Kami kembali ke tempat semuanya dimulai.”

Ia menyimpulkan: “Lawan dan tempat pertandingan tidak penting bagi saya. Yang terpenting adalah kami tetap fokus, menganalisis tim lawan dengan baik, dan membenahi semua yang bisa diperbaiki dalam skuad kami.”

Maroko memegang rekor gol terbanyak Piala Dunia dan kemenangan turnamen terbanyak (tujuh) dari semua negara Afrika. Momen terbaik mereka terjadi pada 2022 ketika menjadi negara Afrika dan Arab pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia.

Pada edisi Qatar, Maroko mencapai performa terbaik sepanjang sejarah, mengejutkan dunia dengan finis di posisi keempat. Mereka menjadi negara Afrika dan Arab pertama yang mencapai semifinal, menyingkirkan kekuatan global seperti Spanyol dan Portugal dalam perjalanan.