Milan Raih Kemenangan Derby Tipis untuk Memangkas Jarak Inter di Serie A
Gol babak pertama dari Pervis Estupinan menjadi penentu bagi AC Milan meraih kemenangan derby 1-0 di Stadion San Siro pada hari Minggu, sehingga memangkas keunggulan Inter Milan di puncak Serie A menjadi tujuh poin.
Inter Milan sempat berpotensi memperlebar jarak hingga 13 poin dengan hanya 10 pertandingan tersisa, namun sebaliknya Milan mempertahankan asa juara mereka dan memperpanjang rekor tak terkalahkan dalam tujuh pertemuan melawan rival sekotanya di semua kompetisi.
Estupinan mencetak gol sepuluh menit sebelum turun minum, diikuti penampilan bertahan yang tangguh di babak kedua yang memberikan kemenangan berharga bagi Milan asuhan Massimiliano Allegri.
The Rossoneri yang hanya kalah dua kali di liga musim ini sedang berjuang meraih Scudetto pertama sejak 2022 dan hanya yang kedua sejak 2011.
Inter masih berpeluang merebut kembali gelar yang hilang musim lalu ke Napoli, yang kini tertinggal 11 poin di peringkat tiga akibat serangkaian cedera, tapi hasil ini membuat mereka harus bekerja lebih keras lagi.
Pelatih Inter Cristian Chivu memasang Pio Esposito dan Ange-Yoan Bonny di lini depan karena Marcus Thuram absen akibat sakit.
Kapten Lautaro Martinez yang tak bisa bermain karena cedera betis hanya dimasukkan sebagai cadangan agar tetap dekat dengan rekan setimnya.
Milan nyaris unggul lebih dulu ketika Luka Modric yang disaksikan mantan rekan Sergio Ramos dan Mario Mandzukic dari tribun melepaskan tembakan melengkung setelah Christian Pulisic merebut umpan longgar dari kiper Inter Yann Sommer.
Inter membahayakan gawang lawan untuk pertama kalinya pada menit ke-34 saat Henrikh Mkhitaryan merangsek dari dekat tengah lapangan hingga masuk kotak penalti tapi tembakannya langsung ke arah Mike Maignan, dan Milan segera membalas dengan unggul.
Serangan tim yang apik diakhiri umpan terobosan sempurna dari Youssouf Fofana ke bek kiri Estupinan.
Pemain asal Ekuador itu mengontrol bola sebentar lalu menggeber gol pertamanya untuk Milan sejak bergabung dari Brighton musim panas lalu.
Inter melewatkan peluang emas untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-54 ketika Mkhitaryan mengoper ke Federico Dimarco, tapi bek sayap itu justru mengirim bola melewati mistar.
Pemimpin klasemen mulai membangun tekanan dan hampir menyamakan skor dua kali lewat cadangan Denzel Dumfries dan Bonny.
Inter terus mendominasi penguasaan bola tapi kesulitan menciptakan peluang jelas meski sempat mengancam lewat serangkaian tendangan sudut di akhir laga, sementara Milan bertahan kokoh untuk meraih kemenangan krusial beserta harapan Scudetto mereka.
Roma Tumbang dari Posisi Keempat
Sebelumnya, Roma terdepak dari empat besar dan digantikan Como setelah gol telat Vitinha membawa Genoa menang 2-1 atas klub ibu kota itu di kandang.
Como yang belum pernah tampil di kompetisi Eropa merebut tiket terakhir Liga Champions dari Roma berdasarkan selisih gol.
Juventus tertinggal satu poin lagi di peringkat enam.
Roma akan bertandang ke Como yang meraih tiga kemenangan beruntun di liga usai mengalahkan Cagliari pada Sabtu, dalam waktu seminggu dalam pertarungan krusial untuk posisi empat besar.
Genoa di bawah asuhan mantan gelandang Roma Daniele De Rossi unggul lebih dulu lewat penalti Junior Messias tujuh menit setelah babak kedua dimulai, usai Lorenzo Pellegrini tergelincir dan melanggar Mikael Egill Ellertsson di dalam kotak penalti.
Roma membalas hanya tiga menit kemudian ketika bek tengah Evan Ndicka menyundul bola masuk untuk gol ketiganya beruntun usai usaha awal Gianluca Mancini diblok Messias di garis gawang.
Genoa mencetak gol kemenangan sisa 10 menit pertandingan yang menghantam asa Liga Champions Roma, saat Vitinha menyontek bola dari jarak dekat.