Middlesbrough Menuntut Pengusiran Southampton dari Play-off Championship Akibat Spionase

Middlesbrough Menuntut Pengusiran Southampton dari Play-off Championship Akibat Spionase

Southampton didakwa oleh EFL minggu lalu setelah Middlesbrough menangkap seorang pria tidak berwenang yang merekam sesi latihan di lapangan pelatihan mereka menjelang leg pertama semifinal play-off.

Middlesbrough ditahan imbang 0-0 di kandang pada Sabtu sebelum kalah 2-1 setelah perpanjangan waktu di leg kedua melawan Southampton pada Selasa.

Southampton dijadwalkan bertanding melawan Hull, yang mengalahkan Millwall di semifinal lainnya, di final play-off, dengan kesempatan menggiurkan di Premier League untuk pemenangnya di Wembley.

Bos Middlesbrough yang marah, Kim Hellberg, menyebut Southampton sebagai pelaku kecurangan saat badai spionase semakin memanas.

Leeds didenda setelah manajer saat itu Marcelo Bielsa mengakui bahwa anggota stafnya memata-matai sesi latihan Derby pada 2019.

Namun Middlesbrough menginginkan hukuman yang jauh lebih berat untuk Southampton setelah mengungkapkan bahwa permintaan mereka untuk ikut serta dalam sidang komisi independen terkait dugaan spionase ditolak.

Sebagai respons, Middlesbrough pada Jumat menyerukan agar EFL mengusir Southampton demi keadilan dan mencegah klub lain mencoba hal serupa di masa depan.

Klub menyesali hasil tersebut, mengingat kami secara langsung terdampak oleh isu yang sedang dipertimbangkan dan memiliki bukti faktual relevan mengenai kejadian tersebut serta dampak kompetitifnya, bunyi sebuah pernyataan.

Tindakan yang dimaksud, yaitu pengamatan dan perekaman sesi latihan kami menjelang pertandingan yang begitu penting, menyentuh inti integritas olahraga dan kompetisi yang adil.

Dalam situasi seperti ini, respons yang tepat hanyalah sanksi olahraga yang mencegah Southampton FC berpartisipasi dalam final play-off Championship EFL.

Final dijadwalkan berlangsung pada 23 Mei, tetapi sidang EFL mungkin tidak digelar hingga Selasa, yang menimbulkan ketidakpastian pada jadwal.

Mengingat taruhan yang tinggi, banding dari satu atau lebih pihak dalam kasus ini tampaknya hampir pasti.

Namun, EFL menyatakan bahwa mereka terus merencanakan agar final play-off Championship berlangsung sesuai jadwal.

Liga tersebut menambahkan bahwa mereka memiliki sejumlah rencana cadangan jika diperlukan.