Media Maroko Sebut Senegal Bermain Curang tapi Lebih Unggul di Final Piala Afrika
Media Maroko pada hari Senin ikut mengutuk Senegal yang sempat meninggalkan lapangan sebentar sebelum kembali dan mengalahkan tuan rumah di final Piala Negara Afrika.
Setelah menunggu 50 tahun, Maroko hampir meraih gelar ketika mereka diberi penalti kontroversial di detik detik akhir waktu normal. Tendangan itu tertunda karena beberapa pemain Senegal berjalan keluar lapangan. Saat akhirnya menendang, Brahim Diaz gagal. Senegal kemudian menang 1-0 lewat perpanjangan waktu.
Salah satu media Maroko, Le360, menyebut pertandingan itu sebagai kesempatan emas yang terlewat dan majalah TelQuel menggambarkannya sebagai mimpi buruk.
Harian Le Matin menuding pelatih Atlas Lions, Walid Regragui, dengan mengatakan pelatih itu tidak menepati janjinya setelah berulang kali mengklaim bisa membawa pulang trofi.
Surat kabar itu juga menyayangkan bahwa semangat fair play tidak ada selama pertandingan, menyalahkan Senegal atas penundaan hampir 20 menit setelah keputusan penalti.
Beberapa penggemar Senegal di ujung lain stadion melempar kursi dan benda lain serta mencoba masuk ke lapangan.
Situs berita Ledesk menyebut perilaku Senegal sebagai anti sepak bola yang tak bisa dijelaskan, tapi yang lain seperti Le360 bilang Senegal lebih baik di lapangan, menambahkan bahwa mereka pantas menang.
Bagaimanapun, itu sepak bola, tulis Le360 dan mendesak Maroko untuk bangkit cepat menjelang Piala Dunia musim panas ini.