Maroko sebagai tuan rumah berhadapan dengan Senegal Mane demi gelar juara AFCON
Piala Afrika Nations mencapai puncaknya pada hari Minggu dengan pertarungan antara tuan rumah Maroko yang berusaha meraih gelar juara untuk pertama kalinya dalam 50 tahun dan skuad kuat Senegal milik Sadio Mane.
Final akan dimulai pukul 1900 GMT di Stadion Prince Moulay Abdellah di Rabat di mana hampir seluruh 69000 penonton akan mendukung Maroko yang dipimpin oleh Achraf Hakimi kapten tim dan pemain terbaik Afrika.
Ini merupakan AFCON pertama yang dimulai pada satu tahun dan berakhir pada tahun berikutnya yang bisa menjadi gelar kedua berturut-turut diraih tuan rumah dengan Atlas Lions berupaya mengikuti jejak Pantai Gading yang menjadi juara di tanah sendiri pada 2024.
Maroko di bawah Walid Regragui telah menempatkan diri sebagai tim nasional unggul di Afrika dalam beberapa tahun terakhir menjadi yang pertama dari benua itu mencapai semifinal Piala Dunia pada 2022 dan naik ke peringkat 11 dunia.
Namun mereka lama menjadi tim kurang berprestasi di AFCON dengan satu gelar saja hingga kini datang pada 1976. Ini final pertama mereka sejak 2004 saat kalah dari Tunisia ketika Regragui masih bagian dari skuad.
Sementara itu Senegal tampil di final ketiga dari empat edisi terakhir dan menargetkan gelar kedua setelah sukses pada 2022 ketika Mane menendang penalti penentu kemenangan lawan Mesir di Yaounde.
Kami pernah bermimpi berada di sini dan kini kami berhasil kata Regragui kepada wartawan pada Sabtu.
Ia menghadapi tekanan luar biasa untuk membawa gelar bagi negara yang tergila gila sepak bola ini dan mungkin tidak akan mempertahankan jabatannya hingga Piala Dunia mendatang di Amerika Utara jika tidak mencapai final.
Saya harap ini baru permulaan bukan final AFCON terakhir kami tambahnya.
Negara besar sepak bola ingin selalu berada di puncak. Besok kami ingin mencoba buat sejarah.
Ia menambahkan Senegal harus sangat kuat untuk mengalahkan kami di kandang meski mereka mampu.
Kesuksesan Maroko selama empat minggu terakhir berpijak pada ancaman serangan dari sayap Real Madrid Brahim Diaz pencetak gol terbanyak turnamen dengan lima gol dan pertahanan yang hanya kebobolan sekali.
Kekhawatiran keamanan
Bermain di kandang membawa tekanan tambahan tapi juga keuntungan besar dan Senegal mengeluh soal kondisi sambutan di Rabat jelang laga.
Skuad Lions of Teranga bermarkas di kota pelabuhan utara Tangiers hingga tiba di Rabat dengan kereta api pada Jumat.
Federasi Sepak Bola Senegal mengeluh tentang kurangnya keamanan memadai saat tim tiba di tengah kerumunan penggemar yang membahayakan pemain dan staf.
Mereka juga mengeluh soal hotel mereka kenyataan pendukung mereka hanya mendapat kurang dari 3000 tiket untuk final dan diminta latihan di markas tim Maroko di Sale terdekat.
Apa yang terjadi tidak wajar kata pelatih Senegal Pape Thiaw.
Dengan jumlah orang sebanyak itu apa pun bisa terjadi. Pemain saya bisa dalam bahaya.
Hal semacam itu seharusnya tidak terjadi antara dua negara saudara.
Mane pemenang dua kali penghargaan pemain terbaik Afrika mengatakan setelah mencetak gol kemenangan semifinal lawan Mesir bahwa laga Minggu akan menjadi penampilan AFCON terakhirnya.
Tapi Thiaw menegaskan menjelang laga bahwa mantan penyerang Liverpool itu mungkin harus pertimbangkan ulang keputusan tersebut.
Saya pikir ia ambil keputusan saat panas dan negara tidak setuju begitu juga saya sebagai pelatih tim nasional kata Thiaw.
Kami ingin pertahankan ia selama mungkin tambah pelatih yang absen bek tengah dan kapten Kalidou Koulibaly akibat skorsing.
Di luar lapangan edisi ini acara olahraga utama Afrika menunjukkan Maroko bertekad menjadi tuan rumah sukses Piala Dunia 2030.
Turnamen ini bebas masalah yang pernah menghantui AFCON sebelumnya stadion dan lapangan umumnya berkualitas tinggi serta jalur kereta cepat menunjukkan negara yang signifikan tingkatkan infrastrukturnya.