Man City Tertahan dan Tersandung dalam Perjuangan Juara Premier League

Man City Tertahan dan Tersandung dalam Perjuangan Juara Premier League

Tantangan Manchester City untuk merebut gelar Premier League mendapat pukulan telak akibat hasil imbang 1-1 melawan West Ham yang berada di papan bawah, sehingga mereka tertinggal sembilan poin dari pemuncak klasemen Arsenal pada Sabtu.

Skuad asuhan Pep Guardiola unggul lebih dulu berkat gol Bernardo Silva di babak pertama, namun Konstantinos Mavropanos menyamakan kedudukan bagi West Ham sebelum turun minum di Stadion London.

Hanya beberapa jam setelah Arsenal mencetak dua gol di menit akhir lawan Everton untuk meraih kemenangan berharga 2-0, City yang berada di posisi kedua justru gagal menahan tekanan untuk menyamai langkah Meriam London.

City masih punya satu pertandingan sisa melawan Arsenal, tapi tampaknya mereka bakal kesulitan bersaing hingga akhir musim, yang mungkin berakhir dengan dominasi satu pihak jauh sebelum garis finis.

Hasil imbang di dua laga liga terakhir mereka melawan West Ham dan Nottingham Forest yang terancam degradasi telah memperlihatkan kelemahan tim City yang dibangun ulang secara mahal oleh Guardiola dengan hasil minim selama 18 bulan terakhir.

Mereka harus meningkatkan performa secara signifikan jika ingin bangkit secara ajaib dari defisit 3-0 lawan Real Madrid di leg kedua babak 16 besar Liga Champions pada Selasa.

Selanjutnya, pasukan Guardiola menuju Wembley untuk menghadapi Arsenal di final Piala Liga sebelum bertemu Liverpool di perempat final Piala FA.

Seolah itu belum cukup menyulitkan bagi City yang sedang tersendat, dua laga liga berikutnya setelah tiga pertandingan piala adalah melawan Chelsea dan Arsenal.

Setelah melewati lima laga berat itu, City berpotensi menghadapi kenyataan pahit menjalani musim kedua berturut-turut tanpa trofi besar.

West Ham kini keluar dari zona degradasi untuk pertama kalinya dalam 100 hari, unggul satu poin atas Forest yang akan menjalani laga sisa mereka lawan Fulham pada Minggu.

Setelah terbongkar habis habisan oleh Real di pertengahan pekan, kelemahan bertahan yang menghantui City musim ini kian parah bila dikombinasikan dengan paceklik gol Erling Haaland, meninggalkan penantang gelar ini lemah di lini depan maupun belakang.

City yang Mandul

Haaland hanya mencetak tiga gol dalam 12 laga liga terakhirnya, dan penyerang Norwegia itu kembali tak terlihat signifikan.

Guardiola mengeluh bahwa ia telah "dihujani kritik" atas pilihan skuadnya lawan Real.

Sekali lagi, taktiknya menuai perdebatan karena City menguasai bola lama, tapi tak banyak mengancam West Ham meski memulai dengan Haaland dan Omar Marmoush di depan.

Saat City akhirnya menyusun serangan mengancam, mereka langsung membuka pertahanan West Ham dan unggul di menit ke-31.

Silva melakukan lari berbahaya di sisi kiri kotak penalti West Ham, tapi ia beruntung besar saat umpan silangnya yang gagal ke arah Haaland malah mengejutkan kiper Mads Hermansen dan meluncur masuk di tiang jauh.

Ekspresi malu Silva sudah menjelaskan semuanya, tapi gelandang Portugal itu tak keberatan setelah mencetak gol keduanya di liga musim ini.

Namun keunggulan City hanya bertahan empat menit karena blunder Gianluigi Donnarumma memberi West Ham gol penyeimbang.

Kiper City seharusnya menangkap tendangan sudut Jarrod Bowen, tapi ia salah menghitung bola dan dihukum Mavropanos yang menyundul masuk dari jarak dekat melalui bagian bawah mistar gawang.

Antoine Semenyo menyia nyiakan peluang emas untuk memimpin lagi sebelum babak pertama usai, dengan tembakan melebar setelah Haaland merebut bola dari kesalahan Aaron Wan-Bissaka.

Menonton dari tribun karena hukuman larangan di pinggir lapangan, Guardiola berkomunikasi dengan asisten Pep Lijnders via telepon, dan keduanya memasukkan Rayan Cherki serta Jeremy Doku dalam upaya putus asa membalikkan keadaan.

Cherki langsung mengirim Haaland untuk tembakan rendah yang ditepis Hermansen ke arah tiang gawang.

Haaland gagal memanfaatkan umpan Doku dengan tendangan yang lemah, dan tendangan bebas Cherki membentur tiang atas.

Tapi City tampak semakin tak berdaya sebelum Marc Guehi melepaskan tembakan tinggi di waktu tambahan, saat mimpi gelar mereka mulai pudar.