Mali berjumlah sepuluh pemain mengalahkan Tunisia melalui adu penalti guna lolos ke perempat final Piala Negara-negara Afrika

Mali berjumlah sepuluh pemain mengalahkan Tunisia melalui adu penalti guna lolos ke perempat final Piala Negara-negara Afrika

El Bilal Toure mencetak tendangan penalti penentu kemenangan saat Mali yang hanya berjumlah sepuluh pemain mengalahkan Tunisia dengan skor 3-2 melalui adu penalti pada hari Sabtu untuk melaju ke perempat final Piala Negara-negara Afrika setelah pertandingan babak 16 besar berakhir imbang 1-1 usai perpanjangan waktu.

Situasi seolah telah dikuasai Tunisia atas tim Mali yang terpaksa bermain dengan satu pemain lebih sedikit sepanjang sebagian besar laga ketika pengganti Firas Chaouat menyundul bola membawa kemenangan bagi Elang Kartago di menit ke-88.

Mali kehilangan bek Woyo Coulibaly yang dikartu merah pada menit ke-26 di Stadion Mohammed V Casablanca, namun mereka mendapat kesempatan balasan ketika wasit memberi penalti di waktu tambahan.

Lassine Sinayoko sukses mengeksekusi penalti tersebut untuk membawa pertandingan ke perpanjangan waktu dan akhirnya ke adu penalti yang menentukan.

Kapten Yves Bissouma gelandang Tottenham Hotspur melewatkan tendangan pertama Mali di atas mistar, tapi Ali Abdi juga gagal bagi Tunisia sebelum kiper Elang Djigui Diarra menyelamatkan dua penalti lagi dan Toure menyelesaikannya.

Mali asuhan Tom Saintfiet maju ke perempat final pada Jumat depan di Tangiers menghadapi tetangga Afrika Barat Senegal setelah juara 2022 itu bangkit dari ketinggalan untuk menang 3-1 atas Sudan lebih awal.

"Sebelum pertandingan saya bilang tim saya sudah seperti pahlawan dan sekarang tak ada kata lain," ujar pelatih asal Belgia Saintfiet.

"Setiap pemain berjuang demi negara mereka dan melakukan segalanya untuk bertahan di kompetisi ini, dan kiper membantu kami di adu penalti."

Pahlawan di adu penalti

Mali belum pernah juara Piala Negara-negara Afrika dan peluang mereka di turnamen ini terganggu ketika bek kanan Coulibaly yang bermain di Serie A Italia bersama Sassuolo mendapat kartu merah langsung karena merobek betis Hannibal Mejbri dengan tapak sepatunya.

Namun pertandingan tetap tanpa gol dan perpanjangan waktu hampir tiba ketika Tunisia akhirnya memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan Elias Saad mengirim umpan silang ke kotak penalti dan penyerang Club Africain Chaouat mendahului penjaganya untuk menyundul bola masuk.

Gol itu dirayakan mayoritas dari 41.982 penonton di kota terbesar Maroko dengan banyak warga setempat memilih mendukung sesama tim Afrika Utara.

Tetapi pertandingan yang tampak sudah selesai mengalami plot twist dramatis di masa injury time ketika wasit asal Afrika Selatan Abongile Tom menunjuk titik penalti setelah bola mengenai lengan bek Tunisia Yassine Meriah di dalam kotak penalti.

Penyerang Auxerre Sinayoko tetap tenang meski ada penundaan panjang saat wasit berkonsultasi dengan tim VAR sebelum mengeksekusi penalti di menit ke-96.

Tunisia berjuang menciptakan peluang di perpanjangan waktu saat hujan deras turun yang memaksa banyak penonton di stadion sebagian besar tanpa atap meninggalkan kursi mereka.

Chaouat kembali menggetarkan jala di awal periode kedua perpanjangan waktu tapi kali ini dianulir karena offside.

Adu penalti tampak tak terelakkan dan begitulah adanya dengan Bissouma dan Nene Dorgeles gagal bagi Mali.

Namun kegagalan Abdi dan penyelamatan Diarra dari Elias Achouri serta Mohamed Ali Ben Romdhane memungkinkan Mali menang saat Toure yang sebelumnya gagal penalti di stadion yang sama melawan Zambia di fase grup maju untuk mencetak gol.