Luis Enrique yakin leg balik bakal mirip leg awal usai kemenangan PSG

Luis Enrique yakin leg balik bakal mirip leg awal usai kemenangan PSG

"Saya baru saja bertanya pada tim pelatih berapa gol yang mereka anggap diperlukan pekan depan dan kami semua setuju harus cetak minimal tiga," ujar pelatih asal Spanyol itu yang menyusun taktik kemenangan 5-0 PSG lawan Inter Milan di final musim lalu.

Prestasi itu membawa PSG juara Liga Champions pertama kalinya dalam sejarah klub dan Rabu depan pada leg kedua semifinal jadi kunjungan pertama mereka ke Allianz Arena sejak kemenangan itu.

"Bayern pasti lebih kuat di kandang sendiri dengan dukungan suporter tapi kembali ke sana akan membangkitkan kenangan indah bagi kami. Kami ingin pertahankan semangat sama dan berjuang untuk raih kemenangan."

Pertandingan penuh gol Selasa malam jadi semifinal tersubur di era Liga Champions modern harus mundur ke 1960 untuk temukan laga serupa di tahap Piala Eropa.

Itu kemenangan 6-3 Eintracht Frankfurt tandang lawan Rangers sebelum tim Jerman kalah 7-3 di final dari Real Madrid milik Alfredo di Stefano.

"Intensitas laga sepanjang waktu luar biasa" kata Luis Enrique.

"Kami menang dan sangat senang tapi saat skor 5-2 kami rasa hasilnya bisa lebih baik.

"Kami pantas menang tapi juga pantas imbang atau kalah."

Sepak bola ibarat agama

Babak pertama gila di Parc des Princes lihat Harry Kane unggul awal untuk Bayern via penalti Khvicha Kvaratskhelia dan Joao Neves balas untuk tuan rumah lalu Michael Olise samakan 2-2 sebelum penalti Ousmane Dembele unggul lagi PSG saat turun minum.

Kvaratskhelia dan Dembele lalu cetak gol untuk PSG sebelum menit 60 bikin skor 5-2 seolah aman tapi Dayot Upamecano dan Luis Diaz kurangi ketinggalan untuk Bayern.

Itu pastikan laga pekan depan di Munich bakal sengit dan ada peluang besar duel ini jadi yang tersubur sepanjang sejarah Liga Champions.

Rekor gol terbanyak di duel dua leg kompetisi elite Eropa adalah 13 termasuk semifinal musim lalu di mana Inter kalahkan Barcelona 7-6 secara agregat.

"Saya bangga dengan reaksi tim saat 5-2 luar biasa cara pemain berjuang balik" kata pelatih Bayern Vincent Kompany yang nonton dari tribun karena skorsing pengalaman yang dia sebut sebagai bencana.

Ditanya soal pendekatan serang kedua tim dia tambah "Sepak bola agak mirip agama orang percaya apa yang mereka yakini dan tak ada gaya main yang lebih unggul dari yang lain.

"Yang terjadi hari ini adalah bentrokan dua ide mirip biasanya dalam situasi begini satu tim mulai bertahan tapi tak ada yang mau begitu makanya laga jadi seperti itu" ujarnya.

Bayern harap balikkan defisit satu gol pekan depan demi capai final Liga Champions pertama sejak 2020.

"Tak sabar segera tiba" kata Kompany soal leg balik.

"Tak ada beda besar kami hanya butuh menang. Beban kandang kami bisa ubah keadaan itu venue legendaris di mana Bayern raih banyak sukses besar."