Liverpool Tersingkir Gara Gara Kalah dari Galatasaray di Leg Pertama 16 Besar Liga Champions

Liverpool Tersingkir Gara Gara Kalah dari Galatasaray di Leg Pertama 16 Besar Liga Champions

Liverpool menelan kekalahan 1-0 dari Galatasaray pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions Selasa malam karena gol Mario Lemina membuat The Reds terancam tersingkir secara mengejutkan.

Squad Arne Slot membayar mahal penampilan yang kacau balau di Istanbul dengan Lemina mencetak gol di babak pertama di stadion RAMS Park yang penuh semangat.

Juara Eropa enam kali ini berharap bisa menyelamatkan musim yang bergejolak dengan memenangkan Liga Champions untuk pertama kalinya sejak 2019.

Tapi Liverpool yang sedang terpuruk di posisi keenam Premier League kurang dari setahun setelah juara kini butuh keajaiban di leg kedua di Anfield pada 18 Maret agar tidak mengalami momen terburuk dalam musim yang mengecewakan ini.

Slot pasti tidak akan mengenang laga ke-100 nya sebagai pelatih Liverpool dengan manis karena timnya bertahan lemah dan kurang kompak saat menyerang.

Mohamed Salah tampil untuk kesekian kalinya di Liga Champions yakni penampilan ke-81 nya untuk Liverpool melampaui rekor Jamie Carragher sebagai pemain Reds dengan laga terbanyak di kompetisi ini.

Namun bukan kali pertama musim ini malam itu menjadi mimpi buruk bagi penyerang asal Mesir yang ditarik keluar di menit ke-60 setelah penampilan yang biasa saja.

The Reds kalah 1-0 dari Galatasaray di fase grup September lalu dan sekali lagi mereka layu di suasana memanas yang diciptakan suporter tuan rumah yang gila bola.

Suporter klub Turki yang menakutkan itu terkenal menyambut Manchester United dengan spanduk sambutan ke neraka di bandara Istanbul sebelum pertandingan Piala Eropa 1993.

Mereka menciptakan suasana panas lagi dengan mengulang pesan itu di spanduk sebelum pertandingan dimulai.

Dalam laga babak 16 besar Liga Champions pertama sejak 2014 Galatasaray memperpanjang rekor tak terkalahkan di laga kandang babak gugur kompetisi ini menjadi 11 pertandingan sejak 1973.

Liverpool yang Rapuh

Florian Wirtz memulai debut pertamanya untuk Liverpool sejak 14 Februari setelah cedera punggung.

Tapi Wirtz menyia nyiakan peluang mencetak gol pembuka dalam tiga menit saat merebut umpan buruk dari kiper Galatasaray Ugurcan Cakir hanya melepaskan tembakan melebar tipis dari pinggir kotak penalti.

Sebaliknya Galatasaray yang unggul di menit ketujuh karena kelemahan Liverpool dalam situasi bola mati terbukti mahal lagi.

Rapuh saat menghadapi tendangan sudut sepanjang musim Liverpool diekspos habis habisan saat Victor Osimhen melompati Joe Gomez untuk sundulan dan mantan gelandang Wolves Lemina menghukum penjagaan longgar dari Hugo Ekitike dan Milos Kerkez dengan sundulan menukik dari jarak dekat.

Liverpool yang terkejut terlihat berantakan di belakang dan Osimhen dibiarkan sendirian untuk menyundul melebar dari jarak 10 yard.

Pemain Slot sempat hidup sebentar saat serangan mengalir dengan umpan halus dari Ekitike dan Alexis Mac Allister membuka pertahanan Galatasaray tapi Wirtz melepaskan bola langsung ke Cakir.

Menggantikan Alisson Becker yang cedera latihan minggu ini kiper Liverpool Giorgi Mamardashvili harus bergerak cepat untuk menangkap tembakan melengkung Noa Lang.

Mamardashvili membuat penyelamatan bagus lagi untuk menepis sundulan Davinson Sanchez setelah bek itu mengalahkan Virgil van Dijk.

Kurang irama dan momentum Liverpool beruntung tidak kebobolan lagi saat kesalahan ceroboh Ibrahima Konate memberi kesempatan Osimhen yang akhirnya melepaskan bola ke atas.

Dominik Szoboszlai berusaha membangkitkan Liverpool dari kelesuan dengan tembakan keras yang menguji Cakir dari jarak jauh tepat setelah babak kedua dimulai.

Mac Allister bersalah melewatkan peluang bagus sebentar kemudian dengan tembakan melebar dari dalam kotak penalti.

Liverpool lolos dari hukuman setelah pertahanan yang kacau memungkinkan Osimhen menyundul mudah tapi Baris Alper Yilmaz dianggap offside meski tidak mengganggu permainan.

Ekitike menyia nyiakan peluang emas saat Cakir berlari keluar untuk menghalau tembakan penyerang itu.

Bahkan saat Liverpool akhirnya berhasil memasukkan bola ke gawang Galatasaray mereka ditolak karena VAR memutuskan Konate menggunakan tangan untuk mengarahkan sudut tendangan Szoboszlai di menit ke-70 melewati Cakir.

Mencerminkan malam buruk Liverpool Cody Gakpo melepaskan tembakan melebar beberapa inci di menit menit akhir.