Liam Rosenior Kesal Soal Gol Mudah Saat Everton Hantam Chelsea Parah
Chelsea masih bertahan di posisi keenam klasemen dengan 48 poin dari 31 pertandingan sementara Everton naik ke urutan ketujuh dengan 46 poin dari jumlah laga serupa dan sedang berjuang keras merebut tiket sepak bola Eropa musim depan.
Beto mencetak gol perdananya pada menit ke-33 usai menerima umpan brilian dari James Garner yang merayakan panggilan pertama ke timnas Inggris minggu ini dengan penampilan pribadi luar biasa sebelum melepaskan gol kedua tepat setelah menit ke-60 melalui celah kaki kiper Chelsea Robert Sanchez.
Iliman Ndiaye menambah gol indah ketiga dengan 14 menit tersisa saat ia melengkungkan bola ke sudut atas gawang untuk kemenangan terbesar Everton atas Chelsea sejak 1987 dan kali pertama mereka meraih kemenangan beruntun di stadion baru di tepi Sungai Mersey.
Chelsea kini telah kalah empat laga berturut-turut di semua kompetisi dan mengalami minggu minggu sulit di mana mereka juga tersingkir dari Liga Champions oleh Paris Saint-Germain.
"Tanggung jawab dan akuntabilitas ada pada saya" kata Rosenior kepada Sky Sports. "Kami menyusun tim sedikit berbeda hari ini dengan fokus pada formasi 4-4-2 dan saya rasa kami nyaman (sebelum Everton mencetak gol).
"Perbedaan di laga ini ada di kedua kotak penalti mereka (Everton) sangat tajam dan itu penyelesaian hebat dari Ndiaye."
Rosenior tidak puas dengan cara timnya kebobolan dua gol awal dan menyebut itu pola mengkhawatirkan belakangan ini.
"Gol memberi energi dan saat ini kami justru membagikan gol secara gratis" ujarnya. "Kami memulai laga dengan tegang lalu mulai menguasai permainan.
"Tapi tampaknya terlalu sering terjadi bahwa kami kehilangan gol mudah dan itu memberi semangat bagi lawan serta penonton sehingga kepercayaan diri mereka melonjak.
"Everton memang pantas menang dan kami harus segera mengubahnya."
Garner kini punya enam assist di Liga Premier musim ini setelah hanya empat sepanjang kariernya sebelumnya dan performa itu membuahkan panggilan ke timnas Inggris.
"Saya sangat senang sungguh bahagia. Ini impian" katanya. "Dia (pelatih Inggris Thomas Tuchel) menelepon saya dan bilang saya akan terlibat itu minggu gila dan ditutup dengan kemenangan makin sempurna."